Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jenderal Salami: Bangsa Iran Tidak Akan Pernah Menyerah atau Tunduk pada Penghinaan

POROS PERLAWANAN – Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan pernah tunduk pada penghinaan atau menyerah kepada musuh. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah upacara penghormatan kepada para veteran Perang Pertahanan Suci yang digelar di Urmia pada Minggu pagi 25 Mei.

“Kami berdiri dengan martabat dan kekuatan melawan tekanan global dari musuh. Kami tidak menerima penghinaan dan tidak percaya pada penyerahan diri,” ujar Salami.

Mengutip Farsnews Agency pada Minggu, dalam pidatonya, Salami menyoroti peran sentral para veteran dan pejuang dalam menyatukan kembali semangat bangsa Iran dengan negeri yang mereka cintai. “Ini adalah kehormatan besar dan abadi. Kami adalah bangsa yang tidak pernah menerima kehinaan. Pelajaran ini kami petik dari kehidupan suci para wali dan para Imam suci,” katanya.

Salami juga merujuk pada filosofi perjuangan Karbala. “Itulah logika Asyura, yang menanamkan keyakinan bahwa penghinaan adalah sesuatu yang tidak kami terima. Kekalahan bukan bagian dari kamus kami, dan infiltrasi musuh tidak akan berhasil,” tegasnya.

Salami menekankan bahwa Iran saat ini berada di jantung jihad besar, menghadapi tekanan dalam berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga militer. “Kami menghadapi koalisi musuh global yang kuat, tetapi tetap berdiri dengan kepala tegak dan penuh percaya diri,” katanya.

“Kami melihat musuh dengan mata kepala sendiri, mendengar retorika mereka, dan menyaksikan manuver militer mereka. Namun, tekanan politik dan propaganda mereka tidak menggoyahkan semangat kami.”

Menurutnya, kekuatan spiritual bangsa Iran adalah rahasia utama ketahanan mereka. “Tekanan musuh justru membuat kami semakin kokoh di medan perjuangan. Musuh mendengar suara tulangnya sendiri patah di bawah beban iman bangsa ini,” kata Salami.

Menurutnya, kemenangan atas bangsa Iran bukanlah sesuatu yang mungkin dicapai. “Musuh terus berpindah posisi dan mengubah strategi, namun tidak menemukan celah untuk mengalahkan kami,” tegasnya.

Salami menekankan bahwa kondisi dalam negeri Iran tetap stabil meskipun menghadapi situasi perang. “Tidak ada tanda-tanda kekacauan atau kepanikan. Ini adalah fenomena langka dalam sejarah. Masyarakat kita tetap tenang, sementara musuh, terutama rezim Zionis hidup dalam kecemasan,” ungkapnya.

Ia juga memuji kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran yang dianggapnya sebagai pusat kekuatan dan inspirasi. “Beliau berdiri di tengah medan perjuangan ini dengan kebijaksanaan yang berasal dari Allah dan petunjuk Al-Quran. Bangsa Iran dan umat Islam mengelilinginya dengan cinta, kesetiaan, dan dukungan.”

Salami menutup pernyataannya dengan keyakinan kuat terhadap masa depan Iran. “Selama ikatan spiritual ini terjaga, bangsa Iran akan tetap kebal terhadap segala ancaman. Kami telah mengambil keputusan tegas untuk berdiri kokoh dan mengalahkan musuh.”

Sementara itu, Komandan Markas Besar Seminari Sayyid al-Shohada, Jenderal Gashtasbi menyampaikan kesiapan penuh Markas Besar Hamzah Sayyid al-Shohada dalam mempertahankan identitas Islam Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *