Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Kampanye Anti-Perang PM Hongaria Tantang Uni Eropa

POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán meluncurkan kampanye nasional untuk mengumpulkan tanda tangan menentang apa yang ia sebut sebagai “rencana perang Uni Eropa”. Kampanye ini dimulai Sabtu (11/10) dan disebut juga sebagai langkah awal untuk memobilisasi dukungan menjelang pemilihan parlemen 2026.

Mengutip laporan Die Presse yang disiarkan oleh Tasnim News Agency pada Minggu (12/10), Orbán memperingatkan bahwa “Eropa sedang bergerak semakin cepat menuju perang” dan bahwa rakyat Hongaria “tidak menginginkan keterlibatan dalam konflik tersebut”.

Kampanye dimulai di pasar petani Budapest, di mana anggota partai berkuasa Fidesz mulai mengumpulkan tanda tangan petisi sebagai simbol penolakan terhadap kebijakan perang yang diklaim berasal dari Brussels.

Menurut Orbán, rencana perang tersebut dibahas dalam pertemuan puncak informal Uni Eropa di Kopenhagen dengan pendekatan bahwa “Eropa akan menanggung biayanya, Ukraina akan berperang, dan Rusia pada akhirnya akan kelelahan.” Ia menegaskan bahwa Hongaria menolak strategi semacam itu.

Sejak menyatakan sikapnya, Orbán menuding Brussels telah melancarkan kampanye balik terhadap pemerintahnya, menggunakan tuduhan spionase, skandal berita palsu, hingga tekanan hukum dan politik terhadap perwakilan Uni Eropa di Hongaria.

Sementara itu, partai oposisi TISZA, yang dipimpin politisi Peter Magyar, secara terbuka mengkritik langkah Orbán dan menyebutnya sebagai manuver politik menjelang pemilu.

Portal daring Nyugatifeny.hu menyoroti retorika anti-perang Orbán dengan mempertanyakan, “Adakah rakyat yang benar-benar menginginkan perang?”

Meskipun dikemas sebagai kampanye damai, sejumlah analis memandang inisiatif Orbán sebagai bagian dari strategi politik Fidesz untuk memperkuat basis nasionalis dan mempertegas perlawanan terhadap dominasi kebijakan Uni Eropa di kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *