Kekhawatiran ‘Salah Alamat’, Eropa Malah Cemaskan Nasib Anasir Jolani
POROS PERLAWANAN – Di saat warga sipil Suriah yang dibantai oleh para pemberontak teroris penguasa Damaskus di barat negara tersebut, Eropa malah lebih mengkhawatirkan serangan terhadap anasir Jolani.
“Kami benar-benar mengkhawatirkan kekerasan di pesisir Suriah di beberapa hari terakhir. Kami mengecam keras serangan milisi pro-Assad terhadap pasukan keamanan (anak buah Jolani),” kata Penanggung Jawab Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas pada Rabu dini hari 12 Maret.
Dikutip Fars dari Kantor Berita Reuters, Kallas dalam lanjutan klaimnya mengatakan,”Kami mengecam pedas kejahatan mengerikan terhadap warga sipil di pesisir Suriah. Kami menyambut pembentukan Komite Investigasi terkait kejadian-kejadian di pesisir Suriah untuk menghukum para pelaku sesuai hukum internasional.”
“Kami mendesak diadakannya investigasi segera, transparan, dan netral terkait peristiwa-peristiwa pesisir Suriah, hingga bisa dipastikan bahwa para pelakunya diserahkan ke tangan keadilan. Kami menyambut baik kesepakatan yang terjalin antara para petinggi transisi (Pemerintahan Jolani) dan Pasukan Demokratik Suriah (milisi Kurdi).”
Menurut Kallas, kesepakatan antara anasir Jolani dan milisi Kurdi bisa memuluskan jalan untuk menciptakan lebih banyak stabilitas di Suriah. “Kami mendorong pihak-pihak terkait untuk bekerja demi melaksanakan kesepakatan. Kami siap mendukung mereka,” ujar Kallas.
“Kami akan melanjutkan kajian soal peluang menangguhkan sanksi-sanksi lebih banyak atas Suriah sesuai pengawasan teliti atas kondisi negara tersebut. Kami memperbaru seruan untuk menghormati sepenuhnya kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah.”
Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah melaporkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 1.225 warga sipil telah terbunuh akibat serangan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok Al-Jolani di provinsi-provinsi barat Suriah.
Sumber-sumber lokal mengabarkan, kelompok-kelompok teroris di Suriah melempar jasad-jasad korban di gunung-gunung dan jurang-jurang.
“Para pembunuh merekam kejahatan mereka di kawasan-kawasan pesisir. Mereka membanggakan kejahatan-kejahatan tersebut dan memublikasikannya. Masyarakat dunia harus membantu kami. Kami masih terus menanggung derita besar di kawasan pesisir Suriah tanpa mengetahui alasan-alasannya,” kata para saksi mata.
