Kementerian Dalam Negeri Jerman Imbau Warga Bersiap Hadapi Skenario Perang
POROS PERLAWANAN – Mengingat dinamika geopolitik yang terus berkembang, Kementerian Dalam Negeri Jerman mengimbau sekolah dan masyarakat sipil untuk bersiap menghadapi kemungkinan skenario perang. Imbauan ini dilaporkan oleh harian Handelsblatt pada Senin malam 7 April, menyusul kekhawatiran meningkatnya risiko serangan Rusia terhadap wilayah NATO, yang kini dipandang sebagai kemungkinan nyata oleh sejumlah pengamat di Uni Eropa.
Kementerian menyerukan warga untuk mulai menimbun perlengkapan darurat serta menyediakan kebutuhan pokok seperti air, makanan, dan barang penting lainnya. “Dengan persediaan setidaknya untuk 72 jam, situasi krisis sementara dapat diatasi dengan lebih baik,” ujar seorang Juru Bicara Kementerian.
Menteri Dalam Negeri Federal Jerman, Nancy Faeser menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi krisis. Ia menyatakan bahwa pendidikan tentang perlindungan sipil harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah. “Mengingat situasi keamanan yang terus berubah, perlindungan sipil harus mendapat perhatian lebih besar, termasuk dalam sistem pendidikan,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari politisi Partai Demokrat Kristen (CDU), Roderich Kiesewetter, yang mendorong pelatihan kesiapsiagaan darurat bagi pelajar. “Sangat penting bagi siswa untuk memiliki latihan dalam situasi krisis, karena mereka adalah kelompok yang paling rentan saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Kementerian menambahkan bahwa kebijakan pendidikan tetap berada di bawah kewenangan setiap Negara Bagian, namun Pemerintah Pusat mendorong koordinasi nasional dalam menghadapi potensi ancaman ini.
Sebagai bagian dari persiapan militer, Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) juga tengah melaksanakan latihan besar-besaran di Hamburg, kota pelabuhan strategis yang diprediksi menjadi titik penting pemindahan pasukan NATO dalam skenario konflik dengan Rusia. Komandan operasi, Jenderal Kurt Leonhard menjelaskan bahwa latihan ini dirancang untuk menguji kemampuan mobilisasi cepat pasukan dari Eropa Barat ke Timur dalam menghadapi kemungkinan serangan Rusia.
Sementara itu, Prancis mengambil langkah serupa. Pemerintah Prancis berencana mengirimkan sebuah buku panduan berisi 20 halaman kepada seluruh keluarga di musim panas ini. Buku tersebut dirancang sebagai panduan kesiapsiagaan sipil, terinspirasi dari dokumen serupa yang telah lama digunakan di Swedia.
