Kepala Kehakiman Iran: Penghentian Kerja Sama dengan IAEA adalah Langkah Wajar, Sah dan Rasional
POROS PERLAWANAN — Kepala Kehakiman Iran, Hujjatul Islam Wal Muslimin Gholamhossein Mohseni Ejei menyatakan bahwa keputusan Republik Islam Iran untuk menangguhkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) merupakan respons yang sah dan rasional terhadap apa yang disebutnya sebagai “pelanggaran standar” oleh Badan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ejei dalam sambutannya di sela upacara pemakaman para syuhada, pada Sabtu 28 Juni, yang digelar di Teheran. Menurut Kantor Berita Mehr, Ejei menekankan bahwa rakyat Iran tidak akan berkompromi atas kedaulatan dan harga diri nasional, seraya mengisyaratkan bahwa sikap IAEA dinilai merugikan kepentingan strategis Iran.
“Ketika Badan Energi Atom bekerja sama dengan musuh-musuh bangsa Iran dan membocorkan informasi tentang fasilitas nuklir kami, maka wajar jika kami menghentikan kerja sama tersebut,” tegas Ejei.
Keputusan untuk menangguhkan sebagian kerja sama teknis dengan IAEA sebelumnya telah disahkan dalam bentuk resolusi oleh Majelis Konsultatif Islam (Parlemen Iran), menyusul laporan IAEA yang dinilai bersifat bias dan tidak sejalan dengan pendekatan interaktif yang selama ini ditempuh Iran dalam isu nuklir.
Ejei menambahkan bahwa kegiatan nuklir Iran tetap bersifat damai dan berada dalam koridor hukum internasional, namun kebijakan lembaga internasional tersebut dinilai bertentangan dengan semangat transparansi yang dijunjung Iran.
Dalam bagian lain pidatonya, Ejei menyinggung partisipasi besar publik dalam pemakaman Syuhada, yang menurutnya mencerminkan keteguhan rakyat Iran dalam mempertahankan prinsip-prinsip Revolusi Islam.
“Rakyat kami telah menunjukkan bahwa kesyahidan para komandan, ilmuwan, dan warga mereka tidak melemahkan semangat perjuangan, justru memperkuat tekad kolektif untuk mencapai tujuan nasional,” ujarnya.
Ia juga mengutip keteladanan dari Imam Hussein sebagai simbol perlawanan terhadap ketundukan.
“Terinspirasi dari Imam mereka yang syahid, rakyat Iran tidak akan menerima kehinaan dalam bentuk apa pun,” kata Ejei.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa berdasarkan sejarah, pihak yang menindas, merujuk pada Amerika Serikat dan Israel, akan menghadapi kehancuran.
“Bangsa yang memiliki iman, harga diri, dan semangat patriotik yang tinggi, seperti bangsa Iran, akan selalu keluar sebagai pemenang,” pungkasnya.
