Kepala Staf Gedung Putih Sebut Donald Trump Pecandu Alkohol
POROS PERLAWANAN — Dalam sebuah wawancara yang menuai kontroversi, Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles melontarkan sejumlah pernyataan keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump serta beberapa tokoh di lingkaran terdekatnya.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Selasa 16 Desember, Wiles menyampaikan kritik tajam terhadap Trump dan sejumlah pejabat senior pemerintahan dalam pernyataannya kepada media. Dalam laporan yang dikutip dari The New York Times, Wiles disebut menyebut Donald Trump sebagai seorang pecandu alkohol.
Dalam pernyataan yang sama, ia juga menilai Wakil Presiden J.D. Vance sebagai sosok yang telah lama terpengaruh teori konspirasi. Menurut Wiles, perubahan sikap Vance—dari pengkritik Trump menjadi sekutu politik—bukan didorong oleh prinsip, melainkan kepentingan politik praktis terkait pencalonannya sebagai senator.
Susie Wiles merupakan politisi dan ahli strategi Partai Republik yang ditunjuk sebagai Kepala Staf Gedung Putih pada November 2024 dan mulai menjabat pada Januari 2025. Ia tercatat sebagai perempuan pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang menduduki posisi tersebut.
Dalam wawancara itu pula, Wiles melontarkan kritik keras terhadap pengusaha teknologi Elon Musk, yang ia sebut sebagai pengguna ketamin secara terbuka dan menggambarkannya sebagai sosok “aneh” dengan perilaku yang dinilai tidak rasional.
Selain itu, Wiles menilai Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell T. Vought, sebagai “fanatik sayap kanan ekstrem”. Ia juga mengkritik kinerja Jaksa Agung Pam Bondi (Pamela Jo Bondi) dalam menangani kasus Jeffrey Edward Epstein, yang menurutnya “sama sekali tidak berdasar”.
Jeffrey Epstein merupakan pengusaha yang divonis bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak. Ia diketahui memiliki hubungan pertemanan dengan Donald Trump sejak 1990-an dan berada dalam lingkaran sosial elite yang sama pada periode tersebut.
Pernyataan Pam Bondi baru-baru ini yang menyebut tidak adanya daftar klien Epstein dinilai bertentangan dengan komentarnya sebelumnya. Dalam wawancara dengan Fox News pada Februari lalu, Bondi sempat menyatakan bahwa daftar tersebut “berada di mejanya untuk ditinjau”. Juru bicaranya kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut merujuk pada keseluruhan berkas perkara Epstein, bukan daftar klien secara spesifik.
Trump dan Epstein diketahui kerap terlihat bersama dalam berbagai acara elite pada 1990-an. Foto-foto yang dipublikasikan CNN juga menunjukkan kehadiran Epstein dalam pernikahan Trump dengan istri pertamanya, Marla Maples.
Dokumen yang dirilis sebelumnya turut mencantumkan nama Donald Trump dalam buku kontak Epstein. Selain itu, catatan penerbangan menunjukkan bahwa Trump beberapa kali tercatat bepergian menggunakan pesawat milik Epstein.
