Komisi Hak Asasi Manusia: Eksekusi di Pantai Suriah Bermotif Sektarian
POROS PERLAWANAN – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa pembunuhan yang terdokumentasi di provinsi Tartous, Latakia, dan Hama, Suriah, dilakukan atas dasar sektarian.
Mengutip laporan Al Mayadeen, Komisi Hak Asasi Manusia PBB mengonfirmasi keberadaan banyak kasus pembunuhan yang terdokumentasi di wilayah pesisir Suriah, khususnya di provinsi Tartous, Latakia, dan Hama. Laporan tersebut menunjukkan bahwa eksekusi dilakukan secara singkat dan bermotif sektarian.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (11/3), komisi tersebut mengungkapkan bahwa seluruh keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi korban dalam sejumlah kasus yang sangat mengkhawatirkan. Kota dan desa yang mayoritas penduduknya berasal dari komunitas Alawi disebut menjadi sasaran utama serangan ini.
Berdasarkan kesaksian yang dikumpulkan oleh kantor UNHCR, pelaku dari pasukan al-Jolani dilaporkan menyerbu rumah-rumah warga dan menanyai penduduk mengenai afiliasi sektarian mereka, apakah Alawi atau Sunni. Mereka kemudian mengeksekusi atau membiarkan korban tetap hidup berdasarkan sekte yang dianutnya.
Para penyintas juga menyatakan bahwa banyak pria ditembak mati di hadapan keluarga mereka. Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa sejauh ini mereka telah mendokumentasikan pembunuhan terhadap 111 warga sipil. Namun, investigasi masih berlangsung karena diyakini jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.
Selain eksekusi, laporan tersebut juga mencatat berbagai pelanggaran lain, termasuk penjarahan besar-besaran terhadap rumah dan toko. Kejahatan ini diduga dilakukan oleh individu-individu yang terafiliasi dengan kelompok HTS yang memanfaatkan situasi kacau di lapangan.
Laporan tersebut juga menegaskan bahwa banyak warga sipil terpaksa mengungsi dari rumah mereka ke daerah pedesaan. Beberapa di antaranya dilaporkan mencari perlindungan di pangkalan udara Hmeimim yang dikuasai pasukan Rusia.
Sementara itu, pihak berwenang Suriah pada Senin (10/3) mengumumkan bahwa operasi keamanan di wilayah pesisir telah berakhir. Namun, bentrokan sporadis masih terus terjadi.
Dalam laporan yang berbeda, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengklaim bahwa jumlah korban jauh lebih besar. Tiga hari sebelumnya, lembaga ini melaporkan bahwa 1.018 orang tewas di wilayah pesisir Suriah, termasuk 745 warga sipil.
