Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Kontroversi Baru Pengibaran Bendera Palestina di Beit Shemesh yang Bikin Berang Ben-Gvir

POROS PERLAWANAN – Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel yang dikenal ekstremis, Itamar Ben-Gvir, terlibat bentrok dengan warga dari sekte Yahudi ultra-Ortodoks anti-Zionis, Neturei Karta, di kota Beit Shemesh, menyusul pengibaran bendera Palestina di lingkungan mereka.

Menurut laporan Kantor Berita JNS, pada Kamis 15 Mei, kunjungan Ben-Gvir ke Beit Shemesh, kota yang mayoritas penduduknya merupakan komunitas Haredi, menyulut ketegangan. Kota ini terletak di sebelah barat Yerusalem yang Diduduki.

Rekaman video yang beredar menunjukkan bahwa saat konvoi Ben-Gvir melintasi salah satu kawasan yang dihuni anggota Neturei Karta, sejumlah bendera Palestina dipasang di pintu-pintu rumah warga dan dilukis di dinding-dinding bangunan. Keberadaan simbol-simbol tersebut memicu reaksi keras dari Ben-Gvir.

Neturei Karta dikenal sebagai salah satu kelompok Haredi yang secara konsisten menolak ideologi Zionisme serta menentang eksistensi negara Israel. Mereka menganggap pendirian negara Israel sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip agama Yahudi.

Menanggapi temuan tersebut, Ben-Gvir memerintahkan aparat kepolisian yang mengiringinya untuk menurunkan dan menghapus simbol-simbol bendera Palestina. Namun, tindakan itu justru memicu kemarahan warga. Sejumlah anggota Neturei Karta dilaporkan mengepung kendaraan dinas Ben-Gvir dan bahkan berusaha menyerangnya.

Pasukan keamanan dan pengawal pribadi sang menteri segera menggunakan kekerasan untuk membubarkan kerumunan serta mengevakuasi Ben-Gvir dari lokasi. Ketegangan semakin memuncak ketika Ben-Gvir dan istrinya, Ayala Ben-Gvir, turun dari kendaraan dan terlibat adu mulut dengan warga sekitar.

Warga yang geram meneriakkan slogan-slogan anti-Zionis, menyebut pasangan tersebut sebagai “pembunuh” dan “Zionis”.

Dalam salah satu momen, seorang perempuan dari komunitas Haredi terlihat mendekati Ayala Ben-Gvir. Namun, Ayala justru menampar perempuan tersebut. Dalam pernyataan setelah kejadian, Ben-Gvir membela istrinya dan menyebut tindakan itu sebagai bentuk pembelaan diri.

Cuplikan video lainnya menunjukkan Ben-Gvir berlari ke arah pengunjuk rasa tanpa pengawalan, tampak berusaha mengintimidasi mereka secara langsung.

Insiden ini bukan kali pertama Ben-Gvir memicu kontroversi. Dalam video dokumenter yang dirilis timnya, ia mengecam keras keberadaan simbol-simbol Palestina di wilayah yang diklaim sebagai bagian dari negara Israel.

“Ini adalah aib besar! Bendera Palestina dikibarkan di pintu-pintu rumah, dilukis di dinding, dan semua ini terjadi di dalam wilayah Israel!” seru Ben-Gvir dalam pernyataannya.

Ia juga mengancam akan mengirim lebih banyak pasukan kepolisian untuk menindak warga Beit Shemesh yang dianggap menampilkan simbol-simbol pro-Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *