Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Kunjungan Mendadak Delegasi Turki ke Damaskus, Evaluasi Kesepakatan Jolani-Kurdi

POROS PERLAWANAN – Sebuah delegasi tingkat tinggi dari Turki, yang terdiri atas Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Kepala Intelijen, secara mendadak melakukan kunjungan ke Damaskus untuk meninjau kesepakatan antara kelompok al-Jolani dan kelompok Kurdi Suriah.

Menurut laporan Kantor Berita Farsnews pada Jumat (14/3), Mohammad Jolani, pemimpin kelompok Takfiri yang menguasai Suriah, bertemu dengan Hakan Fidan (Menteri Luar Negeri Turki), Yaşar Güler (Menteri Pertahanan Turki), dan İbrahim Kalın (Kepala Organisasi Intelijen Turki) pada Kamis malam. Duta Besar Turki untuk Damaskus juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini dilakukan setelah penandatanganan kesepakatan antara pemerintahan sementara Damaskus dan pasukan Kurdi, serta di tengah meningkatnya ketegangan, di mana kelompok pemberontak yang didukung Turki dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil dalam konflik mereka dengan komunitas Alawi Suriah di Latakia dan Tartus dalam beberapa hari terakhir.

Kesepakatan Bersejarah antara Pemerintah Sementara Suriah dan Pasukan Kurdi
Tiga hari sebelumnya, Pemerintah Sementara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF/QSD) menandatangani perjanjian yang oleh banyak pihak dianggap sebagai langkah bersejarah dan tak terduga. Kesepakatan ini menegaskan integrasi kelompok Kurdi Suriah ke dalam struktur militer dan pemerintahan Suriah.

Perjanjian yang terdiri atas delapan pasal ini tidak hanya menyerukan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, tetapi juga mengatur integrasi semua institusi sipil dan militer di timur laut Suriah, termasuk:

– Pos-pos perbatasan,
– Bandara, serta
– Ladang minyak dan gas
ke dalam pemerintahan yang dikelola oleh kelompok pemberontak Haiat Tahrir al-Sham (HTS).

Turki Meninjau Dampak Kesepakatan Ini

Televisi Turki, mengutip sumber-sumber anonim, melaporkan bahwa Ankara mengirim delegasi tingkat tinggi ini untuk meninjau pelaksanaan kesepakatan yang telah dicapai serta dampaknya di lapangan.

Sumber-sumber tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan Ankara, yang tetap menuntut:

– Penghentian aktivitas kelompok yang mereka anggap teroris di Suriah (Turki menganggap kelompok Kurdi sebagai organisasi teroris),
– Pelucutan senjata kelompok tersebut, serta
– Pengusiran elemen-elemen teroris asing dari Suriah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *