Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Mantan Direktur Mossad: Israel Khianati para Tawanannya di Gaza

Mantan Direktur Mossad: Israel Khianati para Tawanannya di Gaza

POROS PERLAWANAN– Berlawanan dengan klaim resmi Israel bahwa pertukaran tawanan disebabkan tekanan militer Israel terhadap Hamas, mantan Direktur Mossad, Tamir Pardo dalam wawancara dengan Kanal 12 Israel menyatakan hal sebaliknya.

“Tekanan keluarga para tawanan, opini publik, dan media di Israel memaksa Kabinet untuk mewujudkan kesepakatan pertukaran tawanan. Sejak saat awal, sudah jelas bahwa kelompok pertama tawanan (sipil) bisa dibebaskan dengan sedikit harga. Tapi kelompok kedua (tawanan militer) jelas akan membutuhkan harga yang lebih besar,” kata Pardo, al-Alam memberitakan.

“Tel Aviv telah mengkhianati dan mengabaikan semua orang Israel yang ditawan di Gaza (baik yang masih hidup atau sudah mati).”

Ia mendesak agar semua tawanan dibebaskan. Ia memperingatkan bahwa semakin lama waktu berlalu, harga yang harus dibayar Israel untuk membebaskan mereka akan semakin berat dan mahal.

Menanggapi perkataan presenter bahwa Yahya al-Sinwar mengumumkan pertukaran tawanan ditangguhkan hingga usai perang, Pardo mengatakan,”Sangat bagus! Akhir perang adalah saat kita memulangkan semua tawanan dan Militer kembali ke perbatasan 6 Oktober (sebelum dimulainya perang). Ini adalah harga yang mahal.”

“Apa artinya? Apakah kita harus mundur dan membiarkan Hamas tetap di Gaza? Apakah Israel bisa menerima kenyataan bahwa Hamas di Gaza memiliki kekuatan militer yang memadai?”tanya presenter.

“Ini adalah harga untuk pembebasan para tawanan. Kita terpaksa membayar harga ini jika kita ingin memulangkan mereka dari Gaza,” jawab Pardo.

Ketika presenter berkata bahwa hal ini akan membuat tidak senang para pengungsi Israel, Pardo mengatakan,”Kita harus memikirkan prioritas kita. Apakah prioritas kita adalah menghancurkan Hamas atau mengembalikan para tawanan? Kita harus menanyakan ini kepada diri kita dan segera menjawabnya, sebab jawaban terhadap pertanyaan ini akan membuat perang ini dimanajemen secara lebih rasional.”

Saat ditanya apakah setelah 7 Oktober, Israel bisa mengizinkan Hamas tetap berada di Gaza, Pardo menjawab,”Jika Hamas menculik keluarga Anda dan membawa mereka ke Gaza, apa tanggapan Anda? Bukankah Anda akan berkata bahwa saya hanya ingin kalian mengembalikan keluarga saya? Pada hakikatnya, kita menderita kekalahan telak dan kekalahan ini belum pernah dialami Israel.”

“Mari kita bicara tentang operasi militer. Tindakan militer kita terlalu mudah diprediksi dan kita tidak mampu mengejutkan mereka,” kata presenter.

“Benar, sebab kita tidak punya cukup waktu untuk membuat perencanaan. Di tahap awal perang, kita bertindak naluriah sebagai Tentara yang telah dipermalukan. Kita memulai serangan udara besar-besaran selama 2 pekan, kemudian melancarkan serangan darat. Kita gagal mengejutkan mereka. Mereka berada dalam terowongan. Mereka sudah tahu bahwa apa yang mereka lakukan memiliki konsekuensi besar. Sayangnya, rencana Hamas ideal dan istimewa. Mereka sudah siap. Sebab itu, kita terpaksa melakukan serangan-serangan berat. Pasukan kita sedang bertempur di kawasan dunia paling berbahaya,” tandas Pardo.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *