Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pemecatan Massal Trump di Lembaga Keamanan Nasional, Tanda Kekacauan dalam Jantung Kekaisaran AS

Petinggi Israel Ungkap Obsesi Trump Jalin Kesepakatan dengan Iran

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan langkah mengejutkan dengan memecat sejumlah besar staf dari Dewan Keamanan Nasional (NSC), sebuah lembaga sentral yang selama ini menjadi otak di balik kebijakan imperialisme global Washington.

Mengutip laporan media Amerika yang dilansir oleh Fars News Agency, pemecatan besar-besaran ini terjadi pada Jumat 23 Mei, sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh terhadap NSC. Trump disebut ingin mengecilkan ukuran serta mengurangi ruang lingkup operasi lembaga yang selama ini memainkan peran kunci dalam mendikte arah kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS.

Menurut sumber internal, sejumlah staf yang selama ini menangani isu-isu geopolitik strategis telah menerima surat pemutusan hubungan kerja. Langkah ini berlangsung hanya beberapa pekan setelah Marco Rubio, seorang senator garis keras diangkat sebagai Menteri Luar Negeri AS, kini menjadi Penasihat Keamanan Nasional menggantikan Mike Waltz. Pihak NSC sendiri menolak memberikan pernyataan resmi atas perombakan ini.

Restrukturisasi ini dilaporkan akan memberikan lebih banyak otoritas kepada Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, dan lembaga-lembaga lain dalam jaringan Pemerintahan Federal. Target akhir dari langkah ini adalah memangkas personel NSC hingga hanya menyisakan beberapa puluh orang, perubahan drastis dari kondisi sebelumnya.

Dewan Keamanan Nasional selama ini berfungsi sebagai pusat komando strategis Gedung Putih dalam merancang dan menjalankan operasi rahasia, agresi militer, serta intervensi terhadap negara-negara berdaulat yang menolak tunduk pada dominasi Amerika.

Di masa Pemerintahan Presiden Joe Biden, jumlah staf NSC mencapai lebih dari 300 orang. Namun bahkan sebelum gelombang pemecatan terbaru ini, jumlah tersebut telah menyusut secara signifikan di bawah Pemerintahan Trump.

Dua sumber kepada Reuters menyebutkan bahwa sebagian staf yang dipecat akan dipindahkan ke lembaga pemerintahan lain, namun belum jelas posisi dan fungsi baru yang akan mereka jalani.

Langkah Trump ini mengindikasikan gejolak dalam tubuh elite penguasa Amerika dan memperlihatkan bagaimana kekacauan internal kini merembet hingga ke jantung lembaga-lembaga strategis mereka. Dalam pandangan para analis, pemangkasan ini mencerminkan ketidakstabilan arah kebijakan luar negeri AS serta ketegangan yang semakin meruncing di antara faksi-faksi kekuasaan di dalam negeri mereka sendiri.

Tags: