Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Media dan Pengamat Militer Zionis Akui Kekuatan Luar Biasa Rudal Hizbullah

POROS PERLAWANAN – Sumber-sumber Israel menyatakan kekhawatiran akut setelah Hizbullah melancarkan serangan rudal besar-besaran ke beberapa lokasi strategis di wilayah utara dan tengah Palestina Pendudukan. Dalam pernyataannya, Israel mengakui bahwa serangan ini sangat luar biasa dan membuktikan bahwa Hizbullah masih mempertahankan kekuatan penuh atas rudal-rudalnya dengan baik.

Dalam laporan Tasnim News Agency pada Kamis 7 November, setelah serangan tersebut, media dan kalangan pengamat militer Israel menyatakan kekhawatiran terkait kemungkinan berlanjutnya serangan Hizbullah.

Serangan yang dilakukan di berbagai pangkalan militer penting Israel terjadi pada Rabu 6 November dengan melibatkan peluncuran sejumlah besar rudal dan drone, menciptakan kepanikan dan kebingungan di wilayah Pendudukan.

Seorang reporter dari Channel 12 Israel di wilayah utara Palestina Pendudukan menegaskan Hizbullah telah menunjukkan bahwa mereka sepenuhnya mempertahankan kekuatan rudalnya. Serangan rudal dari Lebanon ke Israel terus berlanjut sejak Rabu pagi dan tak kunjung berhenti. Dalam serangan tersebut, lebih dari 150 rudal dan roket ditembakkan ke wilayah pusat dan Galilea Atas di utara Israel.

Reporter itu menambahkan bahwa ini adalah serangan terbesar yang pernah dilancarkan Hizbullah sejak konflik dimulai. Salah satu rudal yang digunakan adalah rudal Fateh 110, sebuah rudal presisi yang baru saja diperkenalkan Hizbullah. Rudal ini menyerang pangkalan militer di Tel Aviv, menimbulkan kerusakan besar dan membuktikan keunggulan rudal tersebut dalam hal ukuran, jangkauan, dan ketepatan sasaran.

Akibat serangan ini, sirene peringatan berbunyi di puluhan kota sekitar Tel Aviv pada dua waktu berbeda dalam satu hari.

Rudal Fateh 110, yang diluncurkan Hizbullah, menargetkan pangkalan militer Tzrifin, yang meliputi sekolah-sekolah pelatihan militer di dekat Bandara Ben Gurion.

Selain di Tel Aviv, beberapa pangkalan militer lainnya di Haifa, Kiryat, Acre, dan Safed juga menjadi sasaran serangan berat dari Hizbullah. Bahkan, dalam operasi gabungan dengan drone dan rudal, Hizbullah menargetkan pangkalan Angkatan Laut “Stella Maris” yang merupakan pusat strategis untuk pengawasan dan kontrol maritim di pantai utara Israel, tepatnya di wilayah barat laut Haifa.

Dalam konteks peringatan sebelumnya, Hizbullah juga mengimbau sejumlah pemukim Israel di utara Palestina Pendudukan untuk mengungsi. Gerakan Perlawanan ini pun melancarkan serangan rudal ke sejumlah permukiman di Galilea.

Analis militer Israel, Amir Bar Shalom, dalam wawancara dengan Radio Militer Israel menyatakan bahwa serangan yang dilakukan pada Rabu pagi tersebut merupakan serangan yang benar-benar luar biasa. Hizbullah juga mengeluarkan pernyataan resmi terkait rudal baru mereka yang memiliki jangkauan lebih jauh dibandingkan rudal lainnya.

Dalam pernyataannya, Hizbullah juga merilis rekaman serangan rudal ke sejumlah target Israel, saat rudal Fateh 110 digunakan dalam serangan tersebut. Rudal ini memiliki jangkauan 300 kilometer, dengan akurasi hingga 10 meter dan membawa hulu ledak seberat 500 kilogram, berdiameter 616 milimeter, dan panjangnya mencapai 8,8 meter.

Laporan terbaru ini menyoroti bahwa kekuatan rudal Hizbullah saat ini, meskipun mendapat tekanan besar, benar-benar menjadi ancaman serius bagi Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *