Pasar Saham AS Anjlok Akibat ‘Tarif Balasan’ Tiongkok
POROS PERLAWANAN – Tiga indeks utama di bursa saham Wall Street mengalami penurunan tajam menyusul langkah Tiongkok untuk memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang impor dari Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump yang memicu ketegangan dalam hubungan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Menurut laporan yang dikutip dari TASS, pada Minggu 6 April, Pemerintah Tiongkok mengenakan tarif sebesar 34% terhadap semua produk asal Amerika Serikat. Tarif ini diberlakukan sebagai tanggapan terhadap keputusan Presiden Trump sebelumnya yang menerapkan tarif serupa terhadap semua barang impor dari Tiongkok.
Wall Street Terguncang
Kebijakan saling balas tarif ini berdampak langsung terhadap pasar saham AS. Dalam perdagangan terakhir, Dow Jones Industrial Average turun sebesar 5,5%, S&P 500 anjlok 6%, sementara Nasdaq melemah 5,8%.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa dalam dua sesi perdagangan terakhir, nilai pasar saham AS menyusut lebih dari $6,4 triliun, akibat kekhawatiran investor terhadap eskalasi perang dagang.
Skala Perdagangan yang Besar
Tiongkok dan AS merupakan mitra dagang utama satu sama lain. Pada 2024, total volume perdagangan kedua negara mencapai $688 miliar, dengan $163 miliar berasal dari ekspor AS ke Tiongkok, sedangkan sisanya merupakan barang ekspor Tiongkok ke AS.
Dengan ketimpangan neraca perdagangan tersebut, langkah Tiongkok dinilai akan menyulitkan produsen dan eksportir AS, khususnya di sektor pertanian, otomotif, dan teknologi.
Peringatan dari Ekonom
Sejumlah analis memperingatkan bahwa ketegangan ini berpotensi memicu resesi global jika tidak diredam. Moody’s Analytics mencatat bahwa saling balas tarif antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia dapat memperlambat pertumbuhan global hingga 1,3% dalam jangka menengah.
