Pejabat Hizbullah: Perlawanan adalah Kebutuhan Nasional Lebanon dan Akan Tetap Demikian
POROS PERLAWANAN — Anggota senior Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati memperingatkan adanya ancaman eksistensial dari musuh terhadap Lebanon beserta seluruh komponennya. Menurutnya, tujuan utama dari agresi ini adalah penghancuran total atas bangsa dan negara Lebanon. Ia menyerukan persatuan nasional yang sejati, sembari menegaskan bahwa Perlawanan adalah kebutuhan mendasar bagi kelangsungan negara.
Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Tasnim News Agency pada Rabu 30 Juli, Qamati menyoroti intensitas tekanan dan konspirasi Amerika-Zionis yang terus berupaya melucuti kekuatan Perlawanan dan mengosongkan Lebanon dari sumber daya kekuasaan nasional.
“Lebanon kini tidak hanya terancam dalam batas-batas geografisnya. Musuh tidak akan puas dengan pendudukan parsial atas wilayah kita. Ancaman yang lebih besar adalah upaya untuk menghapus eksistensi Lebanon sebagai bangsa, negara, dan Tanah Air bagi koeksistensi dan perdamaian sipil,” ujarnya.
Qamati menegaskan bahwa bahaya ini bersifat menyeluruh dan tidak pandang bulu, serta menargetkan semua komponen masyarakat Lebanon, lintas sekte dan kelompok. Menurutnya, retorika agresif musuh merupakan ancaman langsung terhadap keberadaan negara.
Ia menambahkan bahwa jalan satu-satunya untuk menghadapi krisis ini adalah dengan membangun persatuan nasional yang kokoh.
“Kita harus bersatu bersama tentara dan institusi negara, baik di tingkat politik maupun sosial, dengan segenap kekuatan dan kemampuan untuk mempertahankan Tanah Air. Dendam, kebencian, fanatisme, sektarianisme, dan perhitungan sempit harus disingkirkan,” serunya.
Qamati menutup pernyataannya dengan penegasan strategis: “Hari ini, setelah berbagai pengalaman panjang dan pahit, telah terbukti bahwa Perlawanan bukan hanya opsi, melainkan kebutuhan nasional yang tak tergantikan demi menjaga kepentingan, kekuatan, dan kedaulatan Lebanon, terutama dalam menopang peran militer dan pasukan keamanan.”
“Tak satu pun kekuatan di dunia ini yang mampu mengakhiri Perlawanan. Apa pun yang dilakukan musuh, seberapa keras pun tekanan yang mereka lancarkan, mereka tidak akan pernah mampu melumpuhkan atau menghancurkan semangat Perlawanan,” tegasnya.
