Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Usir Pelajar Asing: Warga Negara Mana yang Paling Banyak Kuliah di Harvard?

Trump Lepas Topeng Diplomasi: Tujuan Kami Bongkar Total Program Nuklir Iran

POROS PERLAWANAN – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump resmi mengeluarkan kebijakan kontroversial, yaitu melarang dan mengusir pelajar asing dari Universitas Harvard.

Langkah ini segera dieksekusi oleh Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS. Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, bahkan memerintahkan Harvard untuk segera memindahkan para pelajar asing ke kampus lain, sebagaimana dilaporkan Reuters dan dikutip CNN pada Sabtu 24 Mei.

Jika perintah itu tidak dipatuhi, para pelajar asing terancam kehilangan status mukim legal mereka di Amerika Serikat.

Kebijakan keras ini langsung memicu kecaman internasional. Pemerintah China menyebut kebijakan Trump sebagai bentuk politisasi dunia pendidikan yang akan merusak citra global Amerika Serikat.

“China secara konsisten menentang segala bentuk politisasi pendidikan,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip CNN, pada Jumat 23 Mei.

Kemlu China menambahkan bahwa larangan dan pengusiran pelajar asing dari Harvard justru akan mencoreng reputasi dan posisi moral Amerika di panggung dunia.

Pelajar asal China termasuk yang paling terdampak kebijakan ekstrem ini. Berdasarkan data Reuters, mahasiswa berkewarganegaraan China tercatat sebagai kelompok terbesar di Harvard pada 2022.

Untuk periode akademik 2025–2026, Harvard dihuni oleh sekitar 6.800 mahasiswa asing—setara dengan 27 persen dari total populasi mahasiswa universitas bergengsi tersebut.

China, India, dan Korea Selatan kini dikenal sebagai tiga negara dengan laju kebangkitan luar biasa di bidang inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Ketiganya disebut-sebut sebagai lokomotif baru dalam kebangkitan Asia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *