Pemimpin Ansharullah: Amerika Rampok Uang Arab demi Israel, Gaza Dibakar dalam Sunyi Dunia
POROS PERLAWANAN – Di tengah kobaran api genosida di Gaza, Pemimpin Ansharullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, kembali menggugah kesadaran dunia Muslim dengan pidato tajam yang membongkar keterlibatan penuh Amerika Serikat dan sekutu Barat dalam mendukung kejahatan rezim Zionis.
Dalam pidato yang disiarkan oleh jaringan Al-Masirah pada Kamis malam 15 Mei, al-Houthi menyatakan, “Pembantaian brutal yang terjadi di Jalur Gaza saat ini adalah kejahatan yang dilakukan langsung di bawah lindungan Amerika dan Eropa. Lebih dari 1.200 jiwa gugur hanya dalam sepekan terakhir—mayoritas wanita dan anak-anak.”
Ia menyoroti fakta mengerikan bahwa rezim Zionis bahkan membombardir wilayah-wilayah yang mereka sendiri nyatakan sebagai “zona aman”, termasuk lebih dari 250 kamp pengungsi yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional.
“Tidak ada lagi makanan tersisa bagi lembaga kemanusiaan di Gaza. Ini bukan sekadar blokade; ini adalah pengepungan kelaparan yang disengaja. Ini adalah babak lain dari sejarah biadab Zionisme yang didanai dan dipersenjatai oleh Washington.”
Lebih lanjut, al-Houthi mengingatkan bahwa Hari Nakba bukan hanya kenangan kelam, melainkan bukti nyata bahwa metode penjajahan Zionis dan dukungan Barat terhadapnya tidak pernah berubah selama 77 tahun.
Normalisasi adalah Pengkhianatan
Pemimpin Ansharullah menegaskan bahwa proyek normalisasi hubungan dengan rezim Zionis adalah bentuk pengkhianatan terang-terangan terhadap Palestina dan Islam.
“Mereka yang tidak berpihak pada Palestina, pada dasarnya telah berpaling dari martabat Islam. Kini sedang diorkestrasi sebuah narasi licik: bahwa siapa pun yang membela Palestina pasti dikendalikan oleh Iran. Ini adalah ilusi yang dibuat oleh Zionis dan Amerika untuk memecah solidaritas dunia Islam.”
Al-Houthi menegaskan bahwa pendekatan Republik Islam Iran justru adalah pendekatan Islam sejati—yakni pembelaan terhadap kaum tertindas dan penolakan terhadap penjajahan.
Operasi Militer Yaman Berlanjut
Sayyid Abdul Malik mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan sembilan operasi militer strategis dalam pekan ini, termasuk serangan rudal hipersonik dan balistik serta drone terhadap infrastruktur musuh Zionis.
“Bandara Ben Gurion menjadi target utama dalam upaya kami untuk menutup langit bagi Zionis. Ini bukan sekadar respons, tapi bagian dari strategi blokade udara yang sah.”
Operasi-operasi ini, tambahnya, bertepatan dengan pidato Presiden AS, Donald Trump yang menguji secara langsung klaim supremasi keamanan Israel yang selama ini diagung-agungkan.
“Amerika Pemalak Rezim Arab”
Dalam bagian paling gamblang dari pidatonya, al-Houthi menyebut kebijakan Amerika terhadap negara-negara Arab sebagai bentuk pemerasan sistematis.
“Washington membuat para penguasa Arab percaya bahwa tanpa Amerika, mereka akan musnah. Maka, mereka terus mengalirkan dana ke kantong Zionis. Ini bukan dukungan, ini perampokan.”
Ia menegaskan bahwa dalam logika Washington dan Tel Aviv, para penguasa Arab tak lebih dari pion yang bisa ditekan dengan ancaman dan ilusi perlindungan. Sebagai penegasan sikap Perlawanan, al-Houthi menyatakan bahwa navigasi kapal-kapal Israel di Laut Merah, Bab al-Mandab, Teluk Aden, dan Laut Arab kini dinyatakan terlarang.
