Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Trump: Gaza Harus Jadi ‘Zona Bebas’, Amerika Siap Ambil Alih

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan gagasan kolonial dalam balutan retorika pembangunan, dengan menyatakan bahwa Gaza sebaiknya diubah menjadi “zona bebas”; sebuah istilah baru yang menyamarkan niat lama untuk menghapus Palestina dari tanahnya sendiri.

Mengutip Al Jazeera pada Jumat 16 Mei, dalam kunjungan dagangnya ke Qatar yang kemudian dilanjutkan ke UEA, Trump dengan enteng menyatakan: “Citra udara Gaza menunjukkan bahwa hampir tidak ada bangunan yang masih utuh. Ini bukan seperti Anda sedang mencoba menyelamatkan sesuatu. Tidak ada bangunan. Orang-orang hidup di bawah reruntuhan yang runtuh, yang tidak dapat diterima.”

Pernyataan ini seolah-olah menggambarkan keprihatinan, namun justru membenarkan kehancuran massal yang dilakukan oleh Israel, yang didukung penuh oleh AS.

Retorika Pembebasan, Isi Kolonialisme

Trump menambahkan dengan penuh percaya diri: “Saya ingin Gaza menjadi zona bebas. Dan jika perlu, saya mempertimbangkan gagasan bahwa akan menjadi suatu kehormatan bagi Amerika Serikat untuk mengambil alih wilayah ini dan mengubahnya menjadi zona bebas. Biarkan hal-hal baik terjadi.”

Apa yang dimaksud “zona bebas”? Bebas dari siapa? Bebas dari rakyat Palestina? Bebas dari sejarah dan identitasnya?

Ini bukan kali pertama Trump menyuarakan impian kolonialnya. Pada Februari lalu, ia menyebutkan ingin menjadikan Gaza sebagai destinasi wisata pesisir Timur Tengah, impian neoliberalis yang berdiri di atas reruntuhan dan darah rakyat Palestina.

Penjajahan Bergaya Investasi

Gagasan ini, yang dengan cepat menuai kecaman dari dunia internasional, tidak bisa dibaca sekadar sebagai kejanggalan diplomatik Trump. Ia adalah proyeksi jangka panjang imperialisme Barat, yang ingin mengubah Gaza dari medan perlawanan menjadi zona komersial, dari tempat perjuangan menjadi ladang investasi.

Palestina dengan tegas menolak rencana ini, menyamakannya dengan Nakba 1948, saat lebih dari 750.000 warga Palestina diusir dari Tanah Air mereka demi proyek pendirian negara Israel.

“Ini bukan pembangunan. Ini penghapusan. Ini adalah penjajahan gaya baru yang membungkus kejahatan pembersihan etnis dalam kemasan ‘rekonstruksi’,” demikian reaksi keras dari berbagai organisasi Palestina.

Bau Busuk dari Proyek ‘Zona Bebas’

Pernyataan Trump memperjelas bahwa genosida di Gaza bukanlah insiden, melainkan pra-kondisi strategis untuk menghancurkan Gaza agar dapat diklaim “tidak layak huni” dan kemudian disulap menjadi “wilayah kosong” untuk proyek kolonial yang lebih bisa diterima oleh pasar global.

“Zona bebas” ala Trump tak ubahnya “zona kosong” dari penduduk aslinya, sebuah model yang sama, yang pernah digunakan di Irak, Suriah, dan Afghanistan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *