Pemimpin Tertinggi Iran: Kesejahteraan Rakyat Prioritas Utama dan Palestina Tidak Boleh Diabaikan
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa isu paling mendesak bagi Iran saat ini adalah penghidupan dan kesejahteraan rakyat. Dalam pertemuan dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan jajaran Kabinet pada Minggu malam 7 September, beliau menekankan bahwa “pasar harus didisiplinkan” demi mengakhiri keresahan publik akibat harga-harga yang tidak terkendali.
Ayatullah Khamenei menilai kesejahteraan rakyat bukan hanya agenda ekonomi, melainkan fondasi kekuatan nasional. “Komponen terpenting dari kekuatan bangsa adalah semangat, motivasi, persatuan, dan harapan rakyat. Itu harus diciptakan dan diperkuat, bukan dilemahkan,” ujarnya.
Dalam pidatonya itu, Ayatullah Khamenei memberikan serangkaian arahan strategis untuk sektor ekonomi:
1. Produksi sebagai kunci: beliau menegaskan bahwa semua pakar sepakat produksi adalah jalan keluar utama. “Unit produksi tidak boleh dibiarkan lumpuh karena pemadaman listrik atau kelangkaan bahan baku,” katanya.
2. Stabilisasi kebutuhan pokok: Ayatullah Khamenei meminta Pemerintah menjamin stok pangan dasar agar harga tidak dipermainkan spekulan. Beliau menyinggung skema Kalaberg sebagai opsi untuk memastikan masyarakat dapat membeli setidaknya sepuluh kebutuhan pokok tanpa rasa cemas.
3. Anti-monopoli impor: beliau mengkritik praktik impor barang strategis yang terkonsentrasi di tangan segelintir pihak. “Buka jalur kompetitif, datangkan barang dari berbagai sumber. Ini akan menekan biaya dan memperkuat nilai mata uang nasional,” tegasnya.
4. Disiplin pasar: Pemimpin Tertinggi menilai pasar tidak boleh dibiarkan berantakan. “Masyarakat tidak boleh merasakan harga yang berbeda antara hari ini dan besok, atau dari satu wilayah ke wilayah lain. Ketidakpastian ini menghancurkan moral publik,” katanya.
5. Perumahan dan energi: beliau meminta percepatan solusi konkret untuk masalah perumahan, serta perencanaan cadangan energi musim dingin termasuk impor gas bila perlu.
6. Sumber daya dan efisiensi: beliau menyoroti pemborosan besar di sektor Pemerintah, mulai dari air, listrik, gas hingga perjalanan dinas. “Ada gaya hidup boros yang harus dihentikan,” ujarnya.
Ayatullah Khamenei juga menekankan pentingnya tindak lanjut keputusan Pemerintah. Beliau memperingatkan agar kebijakan tidak kehilangan daya ketika sampai pada birokrasi menengah. “Keputusan harus dieksekusi sampai tuntas, jangan berhenti di meja rapat,” katanya.
Menurutnya, penyelesaian masalah ekonomi tidak bisa hanya menunggu perubahan eksternal. “Kita harus bergerak dengan motivasi, tekad, dan kerja keras. Situasi ‘bukan perang, bukan damai’ yang dipaksakan musuh sangat berbahaya,” tegasnya.
Palestina dan Isolasi Rezim Zionis
Selain isu domestik, Ayatullah Khamenei mengangkat tragedi kemanusiaan di Gaza. Beliau menyebut kejahatan rezim Zionis sebagai “bencana dahsyat yang dilakukan tanpa rasa malu, dengan dukungan penuh Amerika”.
Beliau menyerukan langkah tegas dari dunia Islam: pemutusan total hubungan dagang dan politik dengan Tel Aviv. Menurutnya, jalan diplomasi perlawanan tidak tertutup. “Negara-negara yang protes di jalan harus mewujudkannya dalam kebijakan resmi: isolasi total rezim Zionis,” katanya.
Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa rezim Zionis kini adalah “rezim paling terisolasi dan paling dibenci di dunia”. Beliau menambahkan bahwa diplomasi Iran harus secara aktif mendorong pemerintah lain untuk ikut memutuskan hubungan. “Ini bukan hanya soal Palestina, melainkan soal martabat kemanusiaan global,” tegasnya.
Ayatullah Khamenei juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Pezeshkian atas semangat kerja, termasuk lawatan ke Tiongkok yang dinilainya membuka landasan baru bagi kerja sama ekonomi-politik. Namun ia mengingatkan bahwa kerja Pemerintah harus tetap terfokus pada kebutuhan rakyat sehari-hari: nafkah, kesehatan, perumahan, keamanan, dan budaya.
Beliau juga berpesan kepada pejabat, penulis, dan media agar membangun narasi kekuatan, harapan, dan kemampuan bangsa. Menurutnya, membicarakan kelemahan hanya akan melemahkan rakyat sendiri.
Dalam pertemuan itu, pesan utama Ayatullah Khamenei jelas: kesejahteraan rakyat adalah prioritas mutlak di dalam negeri, sementara dukungan terhadap Palestina adalah kewajiban moral dan politik di luar negeri.
Dengan disiplin pasar, penguatan produksi, penghapusan monopoli impor, dan pemberantasan pemborosan, beliau meyakini masalah ekonomi bisa diatasi dalam jangka menengah. Sementara di kancah internasional, isolasi total rezim Zionis dipandangnya sebagai satu-satunya jalan menghadapi kejahatan yang kini berlangsung di Gaza.
