Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Pentagon Beri Ultimatum kepada Irak: Pilih Iran atau Amerika!

POROS PERLAWANAN – Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth mengaitkan kerja sama perdagangan dan pertahanan di masa depan dengan Irak dengan syarat stabilitas kedaulatan negara tersebut dan pelucutan senjata kelompok-kelompok Perlawanan yang didukung Iran. Amerika Serikat mendesak Baghdad untuk memilih antara kelompok-kelompok tersebut atau memperluas hubungan dengan Washington.

Dilansir Kantor Berita Fars, di sela-sela kunjungan resmi Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Washington, Hegseth mengeluarkan pernyataan yang bertujuan mengaitkan kelompok-kelompok Perlawanan Irak dengan Iran sebagai syarat bagi kelangsungan kerja sama antara Washington dan Baghdad.

Sembari melontarkan sejumlah tuduhan, ia mengatakan, “Untuk memperdalam kemitraan kita, Irak harus menegakkan kedaulatannya dan melucuti senjata milisi yang berafiliasi dengan Iran, yang bertanggung jawab atas lebih dari 600 serangan terhadap pasukan Amerika pada musim semi tahun ini.”

Menurut laporan Kantor Berita RIA Novosti, Menteri Perang AS juga menekankan bahwa Washington mengharapkan Irak, seiring dengan mendekatnya akhir operasi internasional “Inherent Resolve” yang dipimpin Amerika melawan ISIS, agar negara di Asia Barat tersebut dapat memimpin sendiri perjuangan melawan kelompok teroris ISIS.

Mengenai prospek kerja sama di masa depan, Hegseth menyatakan, “Irak yang aman akan membuka jalan bagi kerja sama perdagangan dan pertahanan yang aktif.”

Berdasarkan laporan ini, Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, dalam rangka kunjungan resminya ke Washington, juga bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, pada hari Selasa 14 Juli untuk membahas kerja sama keamanan dan ekonomi.

Dalam pertemuannya dengan Al-Zaidi, Hegseth juga mengatakan bahwa Militer Amerika akan meninggalkan Irak sebelum akhir September tahun ini..

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *