Perdana Menteri Malaysia: Tragedi Gaza adalah Ujian Kesadaran Kemanusiaan Dunia
POROS PERLAWANAN – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menyebut tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza sebagai “ujian bagi hati nurani global”. Ia menekankan bahwa kecaman internasional saja tidak cukup, dan menyerukan tindakan nyata untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung.
Dilansir Al Jazeera pada Sabtu 31 Meu, Anwar menyatakan bahwa kegagalan komunitas internasional untuk bertindak tegas terhadap pembantaian massal di Gaza mencerminkan lemahnya respons dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Sejalan dengan keprihatinan Anwar, dalam konteks solidaritas serupa terhadap Gaza, ribuan warga Maroko turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar-besaran di berbagai kota. Mereka secara tegas menolak rencana rezim Zionis yang diduga hendak melakukan evakuasi paksa terhadap penduduk Jalur Gaza—sebuah tindakan yang dinilai sebagai kelanjutan dari perang genosida terhadap rakyat Palestina.
Aksi tersebut diselenggarakan oleh “Komite Maroko untuk Mendukung Perjuangan Bangsa” dan mengusung tema “Gaza Berdarah”. Demonstrasi ini telah berlangsung selama 78 pekan berturut-turut, dengan partisipasi aktif dari warga di kota-kota seperti Chefchaouen, Tangier, Meknes, Kasr El-Kabir, Agadir, Taza, dan Izmour.
Para demonstran membawa bendera Palestina dan poster-poster yang mendukung perlawanan, sambil menyerukan penghentian segera atas agresi militer dan kejahatan yang dilakukan oleh Rezim Pendudukan.
