Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Perlawanan Islam Irak Peringatkan Negara Eropa Tak Ikut Terlibat Perangi Iran

POROS PERLAWANAN — Kelompok Perlawanan Islam Irak mengeklaim telah melancarkan 291 operasi militer dalam 12 hari terakhir yang menurut mereka menewaskan 13 tentara Amerika Serikat dan melukai puluhan lainnya.

Dalam pernyataan pada Rabu 11 Maret yang dilaporkan Press TV, kelompok payung Hashd al-Shaabi yang menaungi sejumlah faksi Perlawanan di Irak menyebut telah melakukan 31 operasi dalam 24 jam terakhir, menggunakan puluhan drone dan rudal untuk menargetkan pangkalan militer AS di Irak serta kawasan sekitarnya.

Kelompok tersebut menyatakan rangkaian operasi itu menyebabkan 13 tentara Amerika tewas dan puluhan lainnya terluka, sebagian di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Perlawanan Islam Irak juga memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak terlibat dalam agresi terhadap Iran.

Menurut pernyataan itu, kekuatan global berusaha menekan “martabat dan kemerdekaan bangsa-bangsa” dengan memaksakan dominasi terhadap negara-negara merdeka.

Mereka juga menyebut “musuh Zionis dan Amerika” berupaya melibatkan sekutunya dalam perang melawan Republik Islam Iran.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa setiap negara yang terlibat dalam agresi akan dianggap sebagai musuh, dan pasukan maupun kepentingannya di Irak serta Kawasan akan menjadi target sah bagi serangan balasan.

Sebelumnya pada Selasa, Kelompok itu mengumumkan telah menembak jatuh sebuah drone militer canggih milik Amerika Serikat di wilayah utara Provinsi Basra, Irak selatan.

Drone tersebut diidentifikasi sebagai MQ-9 Reaper, pesawat nirawak milik Militer AS yang digunakan dalam operasi pengawasan dan serangan di Kawasan.

Menurut pernyataan Kelompok itu, drone tersebut ditembak jatuh menggunakan “senjata yang sesuai” oleh pejuang Perlawanan di wilayah utara Basra.

Perkembangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang baru agresi udara terhadap Iran pada 28 Februari, sekitar delapan bulan setelah serangan sebelumnya terhadap negara tersebut.

Serangan itu mengakibatkan syahidnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta sejumlah Komandan Militer senior Iran. Lebih dari 1.200 warga sipil, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak, juga dilaporkan menjadi korban.

Sebagai respons, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Wilayah Pendudukan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *