Petinggi Militer Israel Serukan Netanyahu dan Keluarganya Diseret ke Luar Tel Aviv
POROS PERLAWANAN– Menteri Perang Israel Yoav Gallant pada Senin 15 Januari menyatakan, Israel harus menang dalam perang di Gaza saat ini dan tidak boleh mengalah.
“Kita harus memusnahkan kekuatan Hamas dan mengembalikan orang-orang yang diculik,” ujar Gallant, Fars melaporkan.
“Kekuatan militer adalah jaminan pemulangan mereka yang diculik dan terwujudnya target-target perang. Ketika perang berakhir, tidak akan ada lagi ancaman dari Gaza untuk Israel.”
Gallant menyinggung perselisihan di dalam Kabinet Perang Rezim Zionis dan mengatakan,”Saya katakan kepada Netanyahu dan Gantz bahwa persatuan dalam Kabinet penting untuk meraih kemenangan di perang dan mewujudkan tujuan-tujuan.”
“Kita harus memperkuat persatuan di medan perang agar bisa meraih tujuan. Hamas adalah satu-satunya pihak yang diuntungkan oleh perselisihan kita.”
Seiring meruncingnya perselisihan di inti pusat politik-militer Rezim Zionis, yang disebabkan kegagalan Kabinet Koalisi dalam mengendalikan perang, banyak tokoh politik dan militer Israel yang menyatakan bahwa Netanyahu akan segera jatuh.
“Kita harus pergi ke rumah Netanyahu dan menyeret dia beserta keluarganya ke luar kota.” Saran ini disampaikan mantan Kepala Staf Umum IDF Yair Golan di hadapan warga Zionis.
Golan berulang kali mengecam Netanyahu atas caranya memanajemen perang di Gaza. Ia meyakini bahwa PM Israel itu tidak punya kapasitas untuk menentukan keputusan.
Golan berpendapat, Israel sekarang tengah menjalani “periode terburuk dalam hal krisis kepemimpinan” sejak dibentuknya Rezim Zionis. Golan bahkan berkata, situasi ini bahkan tidak mirip krisis 50 tahun lalu dalam Perang Yom Kippour.
Berbarengan dengan pernyataan ini, anggota Knesset, Avigdor Lieberman juga menuntut penggantian Kabinet. “Jika Israel tidak segera bangun dari tidur, ia akan kehilangan kendali atas sektor strategis keamanannya,” ujar Lieberman.
Di tengah memanasnya perselisihan di Kabinet Koalisi dan kemarahan Gallant terhadapnya, anggota Kabinet Perang Benny Gantz memublikasikan foto dirinya ikut dalam unjuk rasa di Tel Aviv bersama keluarga para tawanan Sabtu malam lalu. Para analis menyatakan, jika Gantz keluar dari Kabinet Perang, Netanyahu secara resmi akan jatuh.
