Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Petinggi Palestina: Rezim Kolot Arab Anggap Israel Sekutu dan Bangsa Palestina sebagai Musuh

Petinggi Palestina: Rezim Kolot Arab Anggap Israel Sekutu dan Bangsa Palestina sebagai Musuh

POROS PERLAWANAN – Penanggung Jawab Hubungan Politik Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, Maher al-Tahir mengecam sikap negara-negara Arab yang telah menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.

“Kami berurusan dengan rezim-rezim Arab yang menganggap Rezim Zionis sebagai sekutu, dan bangsa Palestina sebagai musuh mereka,” kata al-Tahir kepada al-Mayadeen, sebagaimana dilansir Fars.

Menurut al-Tahir, negara-negara Arab tidak hanya cukup menormalisasi hubungan dengan Israel, bahkan melangkah ke tahap aliansi dengan Tel Aviv.

Ia menegaskan, Front Rakyat Pembebasan Palestina berpandangan bahwa imperialisme dunia, penjajahan, Rezim Zionis, dan Rezim-rezim Kolot Arab sebagai musuh bangsa Palestina.

Di bagian lain wawancaranya, al-Tahir menyinggung Pemilu di Palestina. Ia mengatakan, dialog antara kelompok-kelompok Palestina masih terus berlanjut.

“Jika kami meraih pandangan politik dan kesepakatan jelas terkait daftar kelompok-kelompok kiri dan demokratis, kami akan membentuk aliansi,” tandasnya.

Al-Tahir berpendapat, penyelesaian perselisihan di Palestina dimulai dari dalam PLO, bukan Pemilu. Dia khawatir bahwa tujuan utama Pemilu adalah dimulainya perundingan dengan Rezim Zionis.

Beberapa hari lalu, untuk pertama kalinya sebuah negara Arab, yaitu Bahrain, menentang resolusi Dewan HAM PBB yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Bahrain menolaknya karena resolusi itu mengecam aksi-aksi Rezim Zionis Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Menurut laporan Al-Mayadeen pada Rabu 24 Maret lalu, wakil Bahrain di Dewan HAM PBB memilih abstain dengan cara keluar dari ruang sidang pemungutan suara untuk draf resolusi tersebut.

Dalam resolusi itu Dewan HAM PBB meminta Komisaris Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR) menyusun laporan soal pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina. Resolusi pedas atas Israel itu juga menyerukan embargo senjata terhadap Israel, dan lolos dengan dukungan 32-6.

Resolusi itu menyerukan kepada negara-negara anggota PBB berhenti mentransfer senjata ke Israel. Sebab, senjata-senjata itu bisa digunakan untuk melakukan atau memfasilitasi pelanggaran serius terhadap hukum HAM internasional, atau hukum kemanusiaan internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *