Presiden Pezeshkian: Respons Sah dan Tegas Iran Akan Membuat Musuh Menyesal
POROS PERLAWANAN – Menyusul agresi brutal yang dilancarkan rezim Zionis pada Jumat 13 Juni, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan tegas kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak boleh terpengaruh oleh perang psikologis musuh, serta harus mempercayai dan mendukung para pejabat negara dalam menghadapi kejahatan ini.
“Bangsa Iran dan para pejabat tidak akan tinggal diam. Tanggapan sah dan kuat dari Republik Islam akan membuat musuh menyesali tindakan bodohnya,” tegas Presiden Iran, seperti dilaporkan Tasnimnews.
Pezeshkian: Musuh Akan Menyesal
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan bahwa bangsa Iran kini, lebih dari sebelumnya, memerlukan persatuan, empati, dan konsensus nasional. Ia menyatakan bahwa dengan semangat perjuangan dan pertolongan Tuhan, Iran akan memberikan jawaban yang tangguh, bijaksana, dan menghentak terhadap agresi Rezim Pendudukan.
Pesan Presiden untuk Bangsa
“Di antara orang-orang beriman, ada yang teguh dalam ketakwaan dan menanti perubahan.”
Presiden membuka pesannya dengan doa dan salam bagi rakyat Iran yang “bijaksana dan mulia”. Ia mengecam serangan biadab yang menargetkan Teheran dan kota-kota lain, yang menyebabkan gugurnya anak-anak, perempuan, warga sipil, komandan militer, dan ilmuwan nuklir.
“Tindakan ini melanggar seluruh norma internasional dan kembali menyingkap watak asli rezim Zionis, sebuah entitas ilegal yang lahir dari pendudukan, pemerkosaan, dan pembunuhan,” ujar Presiden Pezeshkian.
Ia menambahkan bahwa agresi ini adalah bukti kuat atas kebenaran posisi Iran selama ini, bahwa Zionisme tidak membawa stabilitas, melainkan hanya kehancuran dan pertumpahan darah.
Iran Tak Akan Diam
Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa Republik Islam Iran telah lama mengulurkan tangan untuk perdamaian dan dialog strategis. Namun ketika agresi datang, Iran tidak akan ragu untuk merespons dengan kekuatan sah.
“Sebagaimana Imam Besar pernah berkata: Setiap kali bendera jatuh dari tangan seorang panglima, panglima lain akan memungutnya dan memasuki medan perang.”
Presiden menyerukan rakyat Iran agar tidak terjebak oleh rumor dan disinformasi dalam perang psikologis musuh. Ia menegaskan bahwa Pemerintah akan tetap menjalankan pelayanan publik dan menjamin stabilitas nasional.
Persatuan: Senjata Bangsa Iran
“Sekarang adalah waktunya untuk memperkuat solidaritas nasional. Dengan empati dan kepercayaan, bangsa Iran akan melangkah sebagai kekuatan yang tak tergoyahkan,” tegasnya.
Pezeshkian menutup pesannya dengan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Panglima Tertinggi, bangsa Iran akan keluar dari ujian ini dengan kehormatan, martabat, dan kekuatan yang semakin besar di mata dunia.
