Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Qais Khazali: Agensi Keamanan Inggris Terlibat Konspirasi Pembunuhan Syahid Soleimani

Qais Khazali: Agensi Keamanan Inggris Terlibat Konspirasi Pembunuhan Syahid Soleimani

POROS PERLAWANAN – Sekjen Ashaib Ahl al-Haq, Qais Khazali dalam film dokumenter “al-Rihlah al-Akhirah” mengungkap sejumlah detail terkait teror atas Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis.

Dilansir Fars, Khazali mengatakan bahwa korporasi keamanan Inggris, G4S, yang bertanggung jawab atas keamanan bandara Baghdad, terlibat dalam teror tersebut.

“Korporasi Inggris ini ambil bagian dalam misi pengonfirmasian target (Syahid Soleimani dan Abu Mahdi) sebelum operasi teror dijalankan,” kata Khazali.

“Protokol yang lazim dijalankan di bandara Baghdad adalah tiap kali ada pesawat mendarat, G4S akan berhenti di tempat tertentu dekat pendaratan pesawat. Namun di hari itu, dan hanya satu kali, kendaraan G4S berhenti tepat di depan jalur penumpang. Ini berarti G4S mengemban sebuah misi,” papar Khazali.

Rekaman CCTV bandara Baghdad menunjukkan pergerakan kendaraan G4S saat pesawat yang membawa Syahid Soleimani mendarat. Alih-alih berhenti di tempat biasanya, kendaraan itu bergerak mendekati pesawat, berhenti sejenak di depan tangga pesawat, kemudian menyingkir dari situ.

Di bagian lain film dokumenter tersebut, Khazali menjelaskan bahwa beberapa waktu sebelum teror, aparat Keamanan Nasional Irak menemukan kamera-kamera pengawas yang dipasang menghadap ke arah gerbang tamu-tamu VIP. Aparat lalu mengemasi kamera-kamera tersebut, tanpa mengetahui motif penempatan kamera-kamera itu.

“Saat mendengar kabar ini, saya menyimpulkan bahwa tujuannya hanya untuk mengawasi orang-orang yang memasuki Irak. Itu saja. Sama sekali tak ada dugaan bahwa sebuah rencana teror akan dilakukan di tanah Irak dan bandara Baghdad… Namun belakangan terungkap bahwa tindakan ini adalah bagian dari protokol awal logistik untuk menyiapkan operasi teror,” tuturnya.

Menurut Khazali, biro-biro intelijen level internasional di AS (seperti CIA) tidak akan menjalankan sebuah operasi sampai dipastikan seratus persen bahwa target telah berada di posisi. Langkah untuk memastikan hal ini menggunakan lebih dari satu sarana di waktu dan tempat tertentu.

Tags: