Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Iran Tak Punya dan Tak Butuh Proksi Arab untuk Lancarkan Pembalasannya terhadap Israel

Iran Tak Punya dan Tak Butuh Proksi Arab untuk Lancarkan Pembalasannya terhadap Israel

POROS PERLAWANAN – Meski perlawanan terhadap arogansi AS dan Rezim Zionis adalah tujuan bersama semua anggota Poros Perlawanan di Kawasan, namun Kutub AS-Zionis-Saudi berusaha mengesankan bahwa fenomena permusuhan terhadap AS-Israel, terutama di kawasan Arab, tidak memiliki “esensi Arab asli”. Namun (mereka menuding) itu adalah fenomena yang dipaksakan Iran melalui “proksi-proksi Arab-nya”.

Dilansir al-Alam, statemen terbaru Jubir Tentara Israel juga berkaitan dengan pemalsuan dan penyimpangan fakta ini. Ia mengatakan, ”Israel mengamati situasi di Irak dan Yaman. Sebab Iran mungkin akan melancarkan serangan dari negara-negara ini ke Israel untuk membalaskan dendam (Mohsen Fakhrizadeh).”

Pada hakikatnya, Segitiga Kejahatan AS-Israel-Rezim Kolot Arab (terutama Saudi) berniat untuk mendiskreditkan nama Poros Perlawanan di Kawasan, terutama al-Hashd al-Shaabi di Irak dan Ansharullah di Yaman. Mereka berupaya mengesankan bahwa kelompok-kelompok ini lebih memprioritaskan kepentingan Iran daripada kepentingan bangsa mereka sendiri.

Andai kita asumsikan bahwa statemen Jubir Tentara Israel itu benar, apa salahnya jika kelompok-kelompok itu membantu Iran? Bukankah Iran selalu membantu Palestina dan bangsa-bangsa Arab-Islam di hadapan pengaruh AS-Zionis, sehingga selama 40 tahun terakhir mesti menanggung perang, sanksi, dan tekanan? Kenapa anggota-anggota Poros Perlawanan harus mengabaikan kebenaran?

Saat Iran membalas teror atas Syahid Qassem Soleimani dengan membombardir pangkalan terbesar AS di Irak, yang nota bene adalah kejadian langka di dunia pasca Perang Dunia II, Teheran secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan rudal tersebut.

Dengan demikian, pembalasan atas teror Syahid Fakhrizadeh juga murni pembalasan Iran. Ia diteror di Teheran dan Israel mesti menunggu balasannya di waktu yang tak pernah diduganya.

AS, yang mengaku sebagai negara adidaya, telah menerima tamparan keras Iran di Ayn al-Asad. Israel, yang lebih lemah dari AS, juga harus menanti pembalasan Iran. Rezim Zionis tidak bisa berkelit dengan dusta-dustanya, sebab Iran tidak memiliki proksi, namun punya sekutu yang memiliki tujuan bersama. Namun jika AS-Israel hendak menyakiti Iran, mereka akan mendapatkan respons yang datangnya murni dari Iran.

Para simpatisan Saddam dan joker-joker AS di Irak berusaha menggulirkan wacana bahwa pembalasan teror Syahid Soleimani adalah persoalan antara Iran dan AS saja, serta tak ada kaitannya dengan Irak. Mereka ingin mengesankan bahwa rakyat Irak juga tidak menghargai darah Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, yang telah mengorbankan nyawanya demi kemuliaan bangsa Irak.

Proyek kotor untuk mendiskreditkan al-Hashd al-Shaabi dan Ansharullah dengan melabeli mereka sebagai “proksi-proksi Iran” pasti akan gagal, sama seperti gagalnya proyek serupa terkait Hizbullah Lebanon serta Hamas dan Jihad Islami Palestina.

Proyek ini akan dimentahkan, karena bangsa-bangsa Arab tahu benar ketulusan Iran dan Poros Perlawanan, juga menyadari semua muslihat yang dilakukan rezim-rezim kolot Arab demi kepentingan AS dan Israel.

Tags: