Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Rusia: Program Nuklir Iran Transparan dan Kebenarannya Bisa Diuji, Pengayaan Uranium Tak Perlu Dibesar-besarkan

Rusia: Program Nuklir Iran Transparan dan Kebenarannya Bisa Diuji, Pengayaan Uranium Tak Perlu Dibesar-besarkan

POROS PERLAWANAN – Wakil Tetap Rusia di organisasi-organisasi internasional, Mikhail Ulyanov mendeskripsikan program nuklir Iran sebagai “program yang sangat transparan dan kebenarannya bisa diuji”.

Dilansir Fars, diplomat Rusia ini meminta agar niat Teheran untuk mengayakan uranium hingga 20 persen tidak dipolitisasi.

“Kita tidak gembira atas ‘penyimpangan’ Teheran dari komitmennya di JCPOA. Namun ini bukan masalah yang perlu dibesar-besarkan. Program nuklir (Iran) masih transparan seperti sebelumnya dan bisa diuji. Kita harus fokus pada cara-cara yang dibutuhkan untuk kembali ke pelaksanaan JCPOA,” kata Ulyanov, Senin 4 Januari.

Jubir Pemerintah Iran, Ali Rabiei mengabarkan bahwa Teheran telah memberitahukan rencana pengayaan uranium 20 persen kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Beberapa hari lalu, harian Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran telah mengirim surat ke IAEA pada 31 Desember 2020 lalu. Dalam surat itu, Iran menginformasikan akan memproduksi uranium yang sudah dikayakan 20 persen di fasilitas nuklir Fordow.

Baru-baru ini, Parlemen Iran telah mengesahkan UU Tindak Strategis Pencabutan Sanksi, sebagai respons terhadap permusuhan AS dan negara-negara Eropa kepada Iran.

Setelah disahkannya UU tersebut, Badan Energi Atom Iran berkewajiban untuk mengayakan uranium hingga 20 persen dan mencadangkan minimal 120 kg uranium per tahun di dalam negeri. Badan ini juga bertugas untuk memenuhi kebutuhan negara terhadap penggunaan damai uranium 20 persen tanpa ada penundaan.

Negara-negara Barat yang dipimpin AS dan Israel menuding bahwa program nuklir Iran memiliki tujuan-tujuan militer, yang kontan ditepis keras oleh Teheran.

Iran menegaskan, sebagai salah satu pihak yang meneken Perjanjian Larangan Penyebaran Senjata Nuklir (NPT) dan anggota IAEA, pihaknya berhak untuk meraih teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Selain itu, para inspektur IAEA telah berkali-kali mengunjungi fasilitas nuklir Iran. Namun mereka tidak pernah menemukan indikasi bahwa Iran hendak menggunakan nuklir untuk tujuan militer.

Tags: