Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Sayyid Nasrallah: Iran sebagai Tiang Poros Perlawanan Lebih Kuat dari Sebelumnya

Sayyid Nasrallah: Iran sebagai Tiang Poros Perlawanan Lebih Kuat dari Sebelumnya

POROS PERLAWANAN – Sayyid Hasan Nasrallah dalam pidatonya pada Sabtu 1 Oktober menanggapi rangkaian peristiwa di Iran. Ia mengatakan, Iran sudah menjadi target sejak kemenangan Revolusi Islam.

Dilansir al-Alam, Sayyid Nasrallah menjelaskan bahwa tujuan dari sanksi atas Iran adalah menghasut rakyat untuk melawan Pemerintah. “Puluhan jaringan satelit dan radio, serta ratusan tentara elektronik menjadikan Iran sebagai sasaran,” kata Sekjen Hizbullah.

“Ketika ada beberapa ratus orang berdemo terhadap Republik Islam Iran, semua orang di dunia membicarakannya. Namun ketika jutaan orang melakukan longmarch untuk membela Pemerintahan Islam, dunia hanya bungkam.”

“Iran sudah lebih kuat dibandingkan masa sebelumnya. Sebab itu, demo-demo ini tidak akan berpengaruh kepada Iran.”

“Tidak ada yang bisa mengalahkan Republik Islam Iran dengan adanya pemimpin agung dan rakyat pejuangnya. Orang-orang bodoh ini harus memahami realitas kondisi Iran dengan akurat,” tandasnya.

“Provokasi atas Iran dan pencitraannya sebagai musuh adalah tindakan setani dan proyek AS.”

Sayyid Nasrallah menegaskan bahwa Republik Islam Iran sama sekali tidak mengharapkan apa pun dari rakyat Irak dan bangsa-bangsa di Kawasan. Ia menambahkan, ”Republik Islam Iran rela memberikan nyawanya agar Irak tetap bermartabat. Oleh karena itu, Iran terjun di lapangan demi melindungi Irak saat ISIS berkuasa.”

“Harus saya tegaskan bahwa Iran adalah tiang Poros Perlawanan. Sejak hari-hari pertama kemenangan Revolusi, Iran menjadi target konspirasi dan serangan. Iran dihadapkan dengan perang paksaan yang didukung oleh negara-negara Arab sekitar Teluk Persia dengan gelontoran dana ratusan miliar dolar.”

“Kematian seorang wanita di Iran, yang aspek-aspeknya masih belum jelas, telah memunculkan kegemparan. Orang-orang Barat pun mengambil sikap. Padahal lebih dari 50 orang (warga tak berdosa akibat serangan teroris) di tempat lain (di Afghanistan) kehilangan nyawa mereka, namun tak satu pun yang mengambil sikap.”

“Pemerintah AS paham bahwa Iran tangguh. Sebab itu, Washington tidak melancarkan perang terhadapnya, namun berusaha menciptakan kerusuhan di dalam Iran,” tandas Sayyid Nasrallah.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *