Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Senator AS: Gagal dari Berbagai Sisi, Perang Melawan Iran adalah ‘Sebuah Bencana’

POROS PERLAWANAN — Senator Partai Demokrat dari Virginia, Mark Warner menilai perang Amerika Serikat melawan Iran sebagai “sebuah bencana”. Anggota Komite Intelijen Senat AS itu menegaskan tidak pernah ada ancaman yang bersifat segera dari Iran terhadap Amerika Serikat dan menyebut Washington gagal mencapai hampir seluruh tujuan yang dicanangkannya.

Dilansir Fars News, Warner menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu 19 Juli. Ia mengatakan Amerika Serikat tidak berhasil memenuhi target politik maupun militernya selama perang dengan Iran.

Mengacu pada gugurnya dua personel Militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut, Warner menegaskan perang itu merupakan pilihan politik Pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Ingat, ketika kita melihat perang yang telah berlangsung selama lima bulan ini, ini adalah perang pilihan. Sebagai anggota Gang of Eight, saya dapat mengatakan tidak ada ancaman yang bersifat segera dari Iran terhadap Amerika Serikat. Namun, Donald Trump tetap memutuskan berperang dan bahkan membutuhkan waktu dua minggu untuk menetapkan tujuan perang itu,” ujarnya.

Warner kemudian mempersoalkan sejumlah sasaran yang sebelumnya dikemukakan Pemerintahan Trump.

“Pergantian rezim, bagaimana hasilnya? Justru kini kita menghadapi kelompok yang lebih buruk. Mengenai uranium yang diperkaya, material itu masih ada. Bahkan, untuk mengeluarkannya dibutuhkan sedikitnya 15.000 personel darat selama satu pekan,” katanya.

Ia juga menilai Amerika Serikat gagal melemahkan kemampuan rudal dan pesawat nirawak Iran.

“Iran masih memiliki rudal dan pesawat nirawak yang sangat efektif dengan biaya sekitar 50.000 Dolar AS per unit. Sementara itu, kita menggunakan rudal pencegat senilai sekitar 2,5 juta Dolar AS untuk menjatuhkannya,” ujar Warner.

Warner juga menyinggung dampak konflik terhadap harga energi. Menurutnya, sebelum perang, harga rata-rata bensin di Virginia berada di kisaran 2,81 Dolar AS per galon, sedangkan kini kembali mendekati 4 Dolar AS per galon. Harga solar bahkan telah mencapai sekitar 5 Dolar AS per galon.

“Saya tidak melihat ada solusi jangka pendek untuk persoalan Selat Hormuz,” katanya.

Warner menilai perang melawan Iran telah menjadi kegagalan dari berbagai sisi.

“Perang pilihan ini adalah sebuah bencana. Dari sisi militer, ini bencana. Dari sisi cara dunia memandang Amerika Serikat, ini juga bencana. Bagi sekutu-sekutu kami yang mulai meragukan komitmen Amerika terhadap janji-janjinya, ini pun merupakan bencana,” ujarnya.

Ia berharap Presiden Trump segera mengakhiri perang tersebut. Menurut Warner, apabila konflik terus berlanjut dengan pola yang sama, dampaknya hanya akan semakin merugikan Amerika Serikat.

Warner juga menolak anggapan bahwa Iran dapat dipaksa menyerah hanya melalui serangan udara. Menurutnya, tanpa pengerahan pasukan darat, tidak ada cara yang efektif untuk mengamankan cadangan uranium yang telah diperkaya.

Dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Warner kembali menegaskan tidak ada pihak yang menginginkan pengerahan pasukan darat ke Iran. Ia juga menuding Presiden Trump mengabaikan prosedur konstitusional dengan memulai perang tanpa memperoleh persetujuan Kongres.

“Jika Presiden ingin melanjutkan perang ini, datanglah ke Kongres. Jelaskan alasannya kepada rakyat Amerika dan kepada Kongres, alih-alih terus melanjutkan apa yang menurut saya merupakan tindakan yang tidak sah karena prosedur tersebut tidak pernah ditempuh,” katanya.

Fars News melaporkan bahwa sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat juga telah mengkritik operasi militer terhadap Iran. Mereka memperingatkan kenaikan harga energi dan risiko yang lebih besar apabila konflik terus berlanjut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *