Serangan Besar-Besaran Perlawanan Guncang Gaza: Tentara Israel Tewas, Terluka, dan Hilang
POROS PERLAWANAN – Media Israel melaporkan sejumlah insiden keamanan serius di Kota Gaza yang menimpa pasukan Militer Israel. Dalam penyergapan yang dilancarkan Kelompok Perlawanan, beberapa tentara dilaporkan tewas, terluka, dan hilang.
Menurut laporan Tasnim News Agency pada Sabtu 30 Agustus, Militer Israel yang sebelumnya dengan lantang mengumumkan operasi pendudukan di Kota Gaza, justru menghadapi rangkaian serangan beruntun dari pejuang Perlawanan Palestina.
Rentetan Insiden di Gaza
Media Israel menyebut peristiwa tersebut sebagai “insiden sulit” bagi militernya di Jalur Gaza. Sejumlah serangan berturut-turut mengguncang pasukan Israel, termasuk di lingkungan Al-Zaytoun, Gaza timur.
1. Insiden pertama: Sedikitnya satu tentara Israel tewas dan dua lainnya terluka pada Jumat malam.
2. Insiden kedua: Media Israel kembali melaporkan pukulan telak terhadap pasukan di Jalur Gaza, meski detail dibatasi oleh sensor Militer.
3. Insiden ketiga: Di lingkungan Al-Zaytoun, Al-Qassam berupaya menangkap tentara Israel. Dalam peristiwa ini, satu tentara tewas, 11 terluka, dan 4 lainnya dilaporkan hilang.
Sumber Israel menambahkan bahwa enam helikopter yang dikirim untuk mengevakuasi pasukan di Al-Zaytoun mendapat tembakan hebat dari pejuang Perlawanan. Nasib empat tentara yang hilang hingga kini belum diketahui.
Sensor dan Protokol “Hannibal”
Media Israel mengungkapkan bahwa sensor Militer mencegah publikasi detail mengenai hilangnya empat tentara di Gaza. Militer juga menerapkan protokol “Hannibal”—sebuah prosedur darurat untuk mencegah tentaranya ditangkap. Yakni dengan membunuh mereka daripada jatuh ke tangan Kelompok Perlawanan.
Mundurnya Pasukan Israel
Setelah mendapat pukulan keras dari Perlawanan, Militer Israel dilaporkan terpaksa mundur dari lingkungan Al-Zaytoun dan menarik diri ke pangkalan mereka.
Respons Al-Qassam
Sayap Militer Hamas, Brigade Al-Qassam merilis poster baru usai bentrokan berdarah di Gaza timur. Poster itu menampilkan pesan tegas kepada Israel: “Kami ingatkan mereka yang lupa: kematian atau penawanan.”
