Serangan Rudal dan Drone Yaman Sasar 4 Target Sensitif Israel
POROS PERLAWANAN – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap beberapa target sensitif milik rezim Zionis, sebagai bagian dari respons terhadap agresi Israel di Gaza.
Mengutip jaringan Al-Masirah pada Sabtu 26 Juli, pernyataan resmi Angkatan Bersenjata Yaman menyebutkan bahwa sebuah operasi militer khusus telah dilancarkan terhadap target strategis di wilayah Beersheba menggunakan rudal hipersonik Palestine-2.
Selain itu, pasukan drone Yaman juga melakukan tiga operasi militer terpisah yang menargetkan lokasi penting di Umm al-Rashrash, Ashkelon, dan al-Khudaira, yang terletak di selatan Wilayah Pendudukan Haifa.
Pihak militer Yaman mengeklaim bahwa seluruh target berhasil dihantam secara presisi, dan operasi dinyatakan berhasil mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam pernyataan lebih lanjut, Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan:
“Dengan pertolongan Tuhan, kami sedang mempertimbangkan lebih banyak opsi untuk mengintensifkan dan memperluas operasi militer kami. Tujuannya adalah menghentikan perang brutal, pengepungan, dan tindakan genosida yang dilakukan terhadap rakyat tertindas di Gaza, dengan dukungan langsung dari Amerika Serikat.”
Mereka juga menyampaikan tekad:
“Sikap kami kokoh dan tidak dapat diubah. Kami akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina hingga keadilan ditegakkan, apa pun konsekuensinya.”
Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa operasi militer Yaman tidak akan berhenti hingga perang di Gaza dihentikan sepenuhnya dan blokade dicabut secara total.
Rudal Yaman Kembali Mengarah ke Israel
Media Israel melaporkan bahwa mereka mendeteksi peluncuran sebuah rudal dari wilayah Yaman yang mengarah ke Israel. Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di kawasan Beit al-Mit dan Hebron, menandakan potensi ancaman lintas wilayah.
Unjuk Rasa Jutaan Warga Yaman Dukung Gaza
Jaringan Al-Masirah juga melaporkan terjadinya pawai akbar di Lapangan Al-Saba’in, Sanaa, yang melibatkan jutaan peserta, menjadi salah satu unjuk rasa solidaritas terbesar dalam sejarah Yaman.
Dalam pernyataan resmi setelah pawai, rakyat Yaman menyatakan dukungan penuh terhadap Pemimpin Gerakan Ansharullah, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, serta seruannya untuk membuka lebih banyak opsi perlawanan terhadap Israel.
Para peserta juga menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab penuh atas genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina, dan mengecam diamnya negara-negara Arab yang dinilai turut serta dalam kejahatan ini melalui sikap pasif mereka.
Mereka kembali menegaskan posisi resmi dan populer rakyat Yaman: berdiri teguh bersama Gaza dan perjuangan rakyat Palestina.
