Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Tujuh Tugas Strategis dalam Pesan Pemimpin Tertinggi kepada Bangsa Iran

POROS PERLAWANAN – Dalam pesannya memperingati 40 hari kesyahidan para komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menetapkan tujuh tugas strategis bagi seluruh komponen bangsa:

1. Memelihara Persatuan Nasional
– Tanggung jawab setiap warga negara
– Fondasi utama ketahanan bangsa

2. Akselerasi Kemajuan Ilmiah-Teknologi
– Kewajiban para elite akademik dan ilmuwan
– Diperlukan di semua bidang ilmu pengetahuan

3. Penjagaan Martabat Nasional
– Tugas mutlak para pemikir, penulis, dan intelektual
– Meliputi perlindungan identitas budaya dan kedaulatan

4. Penguatan Kapabilitas Pertahanan
– Tanggung jawab komando militer dan keamanan
– Pengembangan sistem pertahanan yang semakin canggih

5. Penyelenggaraan Pemerintahan Efektif
– Kewajiban seluruh lembaga eksekutif
– Menuntut kinerja maksimal dan penyelesaian program nasional

6. Pembinaan Spiritual Masyarakat
– Peran sentral para ulama dan tokoh agama
– Meliputi pencerahan jiwa dan pemeliharaan ketenangan sosial

7. Pelestarian Semangat Revolusi
– Kewajiban kolektif, khususnya generasi muda
– Pemeliharaan kesadaran ideologis dan patriotisme.

Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa pelaksanaan ketujuh mandat ini akan menjamin percepatan kemajuan Iran di bidang militer dan ilmiah, sekaligus menegaskan bahwa “musuh-musuh Iran sedang memukul besi yang telah dingin”.

Pesan ini menegaskan komitmen kepemimpinan Iran untuk terus bergerak maju meskipun menghadapi tantangan keamanan dan politik yang kompleks.


Berikut adalah teks lengkap pesan tersebut:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Bangsa Iran yang Mulia,

Telah genap 40 hari kesyahidan sekelompok saudara kita yang tercinta – di antaranya para komandan militer yang kompeten dan ilmuwan nuklir terkemuka. Pukulan keji ini dilancarkan oleh rezim Zionis yang jahat dan kriminal, musuh busuk dan penuh dendam bangsa Iran.

Tidak diragukan lagi, kehilangan para komandan seperti Syahid Bagheri, Syahid Salami, Syahid Rashid, Syahid Hajizadeh, Syahid Shadmani, dan personel militer lainnya, serta ilmuwan seperti Syahid Tehranchi, Syahid Abbasi, dan para ilmuwan lainnya, merupakan musibah yang berat bagi bangsa manapun. Namun musuh yang dungu dan berpandangan sempit itu tidak mencapai tujuannya. Masa depan akan membuktikan bahwa gerakan militer dan ilmiah, dengan izin Allah, akan bergerak lebih cepat dari sebelumnya menuju cakrawala yang luhur.

Para syuhada kita sendiri telah memilih jalan di mana kemungkinan meraih derajat kesyahidan yang tinggi selalu terbuka, dan akhirnya mereka meraih apa yang didambakan oleh setiap pejuang yang ikhlas berkorban. Semoga manis bagi mereka. Namun, duka kehilangan ini bagi bangsa Iran -khususnya bagi keluarga para syuhada, dan terutama mereka yang mengenal mereka secara pribadi- sungguh berat, pahit, dan mendalam.

Dalam tragedi ini, terdapat pula titik-titik terang yang patut disyukuri:

Pertama, ketabahan, kesabaran, dan keteguhan hati para keluarga yang ditinggalkan, yang jarang terlihat kecuali dalam peristiwa-peristiwa besar Republik Islam Iran.

Kedua, ketegaran dan stabilitas institusi-institusi yang pernah dipimpin para syuhada, yang tidak membiarkan musibah berat ini menciptakan kemunduran atau mengganggu laju kemajuan mereka.

Ketiga, ketahanan yang luar biasa dan keagungan keteguhan bangsa Iran, yang terwujud dalam persatuan, kekuatan spiritual, serta tekad yang bulat untuk tetap berdiri tegak di medan perjuangan.

Dalam tragedi ini, Republik Islam Iran sekali lagi memperlihatkan kekokohan fondasinya. Musuh-musuh Iran sedang memukul besi yang telah dingin.

Iran yang Islami, dengan karunia Allah, akan semakin kuat dari hari ke hari, insya Allah.

Hal terpenting adalah kita tidak boleh melalaikan kebenaran ini maupun tanggung jawab yang dibebankan di pundak kita.

Memelihara persatuan nasional adalah tanggung jawab setiap kita. Mempercepat kemajuan ilmiah dan teknologi di semua bidang adalah kewajiban para elite ilmuwan. Menjaga martabat dan kehormatan negara dan bangsa adalah tugas mutlak para penceramah dan penulis. Memperkuat negara dengan sarana yang semakin kokoh untuk menjaga keamanan dan kemerdekaan nasional adalah tanggung jawab para komandan militer. Ketekunan, kegigihan, dan penyelesaian urusan-urusan nasional adalah kewajiban semua lembaga eksekutif yang bertanggung jawab. Memberikan bimbingan spiritual, menerangi hati, serta memupuk kesabaran, ketenangan, dan stabilitas masyarakat adalah tugas para ulama. Sedangkan menjaga semangat revolusioner, antusiasme, dan kesadaran adalah kewajiban setiap kita, khususnya generasi muda.

Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melimpahkan keberhasilan kepada kita semua.

Salam sejahtera bagi bangsa Iran, dan kesejahteraan bagi para pemuda syahid, wanita dan anak-anak syahid, serta seluruh syuhada dan keluarga mereka yang berduka.

Sayyid Ali Khamenei
25 Juli 2025 (3 Mordad 1404)

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *