Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Eropa

Media AS: Negara-negara Barat Lebih Pentingkan Laba daripada Kasih ke Sesama Manusia

Media AS: Negara-negara Barat Lebih Pentingkan Laba daripada Kasih ke Sesama Manusia

POROS PERLAWANAN – Majalah terbitan AS, Foreign Policy menyatakan bahwa program distribusi sedunia vaksin Corona telah gagal.

“Seolah munculnya beragam jenis Corona yang lebih mematikan di dunia, mulai dari Afrika Selatan hingga Inggris, masih belum cukup buruk. Kini banyak negara-negara Barat yang menghadapi kelangkaan vaksin. Mereka bersaing untuk bisa mendapatkan sumber-sumber vaksin”, tulis FP, seperti dilansir Young Journalist Club.

“Banyak dari Negara-negara Bagian (di AS) yang tidak memiliki stok vaksin memadai. Mereka terpaksa menghapus program vaksinasi puluhan ribu penduduk di Negara-negara Bagian tersebut.”

“Bahkan sebagian Negara Bagian yang memiliki stok vaksin mencukupi pun tidak mampu memanajemen vaksinasi dengan baik. Semua ini menyebabkan angka kematian pasien Corona bertambah.”

Menurut FP, kondisi di negara-negara berkembang malah lebih buruk lagi, karena sebagian besar dari mereka belum memperoleh vaksin Corona.

FP bahkan memprediksi, situasi semacam ini bisa saja berujung pada kericuhan, yang akan menyebar dengan cepat seperti virus Corona itu sendiri.

Media AS ini menilai, sebenarnya penyebab keterlambatan distribusi vaksin Corona sangat “sederhana”. FP mengutip statemen Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa dalam konferensi tahunan Forum Ekonomi Sedunia baru-baru ini, bahwa negara-negara kaya “menimbun vaksin Corona dalam upaya melindungi penduduk mereka”.

“Penelusuran terbaru New York Times menunjukkan bahwa pernyataan Ramaphosa ini tidak berlebihan. Baru-baru ini Uni Eropa telah meneken perjanjian pra-pembelian vaksin Corona dalam jumlah dua kali lipat keseluruhan warganya. AS juga telah menjalin kesepakatan pembelian vaksin sebanyak 4 kali lipat populasi penduduknya, sementara Kanada menimbun sebanyak 6 kali lipat jumlah warganya”, tulis FP.

FP menilai, seharusnya semua problem dan petaka yang disebabkan olehnya ini membuat negara-negara kaya sadar diri untuk membantu negara-negara lain. Namun, tulis FP, tampaknya AS dan negara-negara Barat “kurang mengasihi sesama manusia” dan “lebih banyak memikirkan keuntungan bagi diri mereka sendiri”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *