Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Eropa

Trump Kembali Pupus Impian Zelensky Gabung NATO

Trump Kembali Pupus Impian Zelensky Gabung NATO

POROS PERLAWANAN – Presiden AS, Donald Trump kembali membuat kecewa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Menanggapi keinginan Kiev untuk bergabung dengan NATO, Trump mengatakan,”Sebaiknya kalian melupakannya saja.”

Diberitakan Fars, dalam rapat Kabinet pertamanya, Trump menyatakan bahwa keinginan Ukraina bergabung dengan NATO “kemungkinan adalah penyebab meletusnya perang di Ukraina.”

Perang Ukraina berkobar pada Februari 2022, menyusul propaganda dan janji-janji AS selama berbulan-bulan soal potensi mengundang Kiev bergabung dengan NATO.

Rusia memandang janji-janji ini melanggar kesepakatan tahun 1990 antara para pimpinan AS dan Uni Soviet saat itu. Kesepakatan itu memberi jaminan kepada Moskow bahwa “NATO tidak akan bergerak ke arah timur walau satu inci.”

Sebelum dimulainya operasi militer di Ukraina, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan, perilaku AS menunjukkan bahwa semua jaminan itu “hanya omong kosong belaka.”

Dalam rapat Kabinet pada Rabu 26 Februari kemarin, Trump mengeklaim bahwa andai ia tidak terpilih sebagai Presiden AS, Putin akan terus merangsek maju di Ukraina.

Trump juga berkata, ia percaya bahwa AS sedang melakukan perundingan yang “sangat sukses” dengan Rusia dan Ukraina. Ia mengeklaim bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara hampir terwujud.

Beberapa waktu lalu, Presiden Ukraina telah mengakui “fakta pahit” soal sikap Washington terhadap Kiev.

Dalam Konferensi Keamanan Munich, Zelensky menyatakan bahwa Washington tidak pernah berminat agar Kiev bergabung dengan NATO. Menurut Zelensky, hal ini bahkan sudah terlihat sebelum berubahnya sikap Pemerintahan Donald Trump terkait perang Rusia vs Ukraina.

“AS tidak pernah melihat kami sebagai anggota NATO. Mereka hanya bicara saja soal masalah ini. Mereka tidak benar-benar menginginkan kami berada di NATO,” kata Zelensky,

Tujuan Ukraina dari perang melawan Rusia adalah kembali ke perbatasan tahun 2014 dan menjadi anggota NATO. Namun Pemerintahan Trump menganggap tujuan-tujuan ini tidak realistis.

Tags: