Trump Kembali Umbar Ancaman dan Hinaan kepada Hamas
POROS PERLAWANAN – Pada Kamis dini hari 6 Maret, Presiden AS, Donald Trump kembali melontarkan ancaman dan hinaan kepada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).
“Hamas harus membebaskan seluruh sandera dengan segera dan mengembalikan yang sudah tewas. Kalau tidak, mereka harus menganggap riwayat mereka sudah tamat. Segala yang dibutuhkan untuk mengakhiri riwayat Hamas akan saya kirim ke Israel,” ujar Trump, dinukil al-Alam dari Reuters.
“Jika kalian tidak melakukan apa yang saya katakan, tak satu pun anggota Hamas bakal aman. Hanya orang sakit dan gila yang menyimpan jasad orang mati. Kalian adalah orang sakit dan gila,” imbuhnya ditujukan kepada Hamas.
“Sudah tiba saatnya para pimpinan kalian meninggalkan Gaza selagi masih ada kesempatan. Jika kalian mengambil sandera, kalian mati. Ambil keputusan yang cerdas.”
“Bebaskan para sandera sekarang juga. Jika tidak, neraka akan terjadi.”
Trump juga mengumbar ancaman kepada warga Gaza, yang dia ingin usir dari tanah mereka sendiri. “Saya katakan kepada kalian, masa depan indah menanti kalian. Namun tidak demikian jika kalian menahan sandera,” kata Trump.
Beberapa waktu lalu, Trump juga pernah mengancam akan “membukakan pintu-pintu neraka untuk Gaza” jika Hamas tidak membebaskan seluruh tawanan Israel pada 15 Februari. Ancaman ini diumbar Trump menyusul keputusan Hamas menunda penyerahan tawanan Israel. Penundaan ini disebabkan pelanggaran-pelanggaran Rezim Zionis terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Namun faktanya, pernyataan Trump tersebut terbukti hanya ancaman kosong belaka. Hamas tidak gentar dengan ancaman tersebut dan “neraka” yang dijanjikan Trump juga tidak pernah terwujud.
Israel mengingkari butir-butir kesepakatan gencatan senjata, terutama yang berkaitan dengan protokol kemanusiaan seperti pengiriman bantuan dan bahan bakar.
Selain itu, Militer Israel juga melanggar kesepakatan dengan berkali-kali menembaki warga Palestina di Gaza. Militer Rezim Zionis juga menargetkan warga dari udara, sehingga menyebabkan sejumlah warga syahid atau terluka.
Kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Perlawanan Palestina dan Israel diberlakukan sejak 19 Januari. Kesepakatan ini mencakup 3 tahap, yang masing-masing berlangsung selama 42 hari.
