Trump Klaim Tawarkan Kesepakatan Nuklir Baru kepada Iran
POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan klaim terkait negosiasi nuklir dengan Iran. Dalam pernyataannya pada Jumat 16 Mei saat berada di pesawat Air Force One, Trump mengaku bahwa Washington telah mengajukan proposal baru untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran.
“Mereka [Iran] sudah menerima usulan. Tapi yang lebih penting, mereka tahu harus segera bertindak, atau sesuatu yang buruk akan terjadi,” ujar Trump, menekankan urgensi situasi. Komentarnya muncul di tengah berlangsungnya pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Oman.
Kesepakatan Nuklir Iran, atau yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), ditandatangani pada 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia, termasuk AS. Dalam kesepakatan tersebut, Iran setuju membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional. Namun, pada 2018, Pemerintahan Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian tersebut dan kembali menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran.
Sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump mengadopsi pendekatan ganda terhadap Iran. Di satu sisi, ia mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran dan memfasilitasi perundingan tidak langsung di Oman, bahkan menyatakan dukungan terhadap program nuklir sipil Iran. Namun di sisi lain, Trump dan timnya juga meningkatkan tekanan militer dan retorika ancaman.
Pernyataan terbaru Trump disampaikan saat Iran terus menekankan haknya untuk memperkaya uranium. Sementara itu, proses negosiasi masih dibayangi berbagai hambatan, termasuk krisis kepercayaan dan perbedaan pendapat mengenai tingkat pengayaan yang diperbolehkan.
Kondisi ini menjadikan jalur diplomasi antara kedua negara semakin rapuh, dengan kombinasi tekanan militer dan diplomasi yang terus berjalan beriringan.
