Tudingan Baru Saudi Terkait Sinyal Perbaikan Hubungan dengan Iran, Retorika atau Ketakutan? - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Tudingan Baru Saudi Terkait Sinyal Perbaikan Hubungan dengan Iran, Retorika atau Ketakutan?

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan bahwa Riyadh siap untuk pemulihan hubungan dengan Iran, tetapi menuding bahwa Republik Islam tidak berkomitmen untuk mengurangi ketegangan.

Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran pada Januari 2016 setelah protes di luar Kedubesnya di Teheran atas eksekusi Riyadh terhadap seorang ulama terkemuka. Sejak saat itu, negara tersebut telah mengikuti kebijakan permusuhan yang diintensifkan sejalan dengan kampanye “Tekanan Maksimum” mantan presiden AS, Donald Trump terhadap Teheran.

Namun, dalam wawancara dengan saluran TV Al Arabiya, Menlu Saudi Faisal bin Farhan Al Saud menuduh bahwa Teheran “tidak serius tentang pembicaraan dengan Riyadh”.

“Tangan kami terulur untuk perdamaian dengan Iran, tetapi (Iran) tidak berkomitmen pada kesepakatan,” tudingnya.

Pernyataan itu muncul dua hari setelah Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyambut seruan koleganya dari Qatar agar negara-negara Teluk Arab mengadakan pembicaraan dengan Iran, dengan mengatakan bahwa Teheran telah lama menuntut kerja sama antarnegara tetangga untuk membangun Timur Tengah yang kuat.

Teheran dalam banyak kesempatan mengumumkan kesiapannya untuk mengadakan pembicaraan dengan tetangganya secara langsung.

Bahkan, Teheran telah mengajukan inisiatif yang disebut Hormuz Peace Endeavour (HOPE) untuk mempromosikan keamanan di Teluk Persia dan memfasilitasi negosiasi antarnegara tetangga tersebut. Namun Pangeran Faisal justru menuding bahwa “seruan dialog Iran dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari krisisnya sendiri”.

Sementara faktanya, Riyadh bertindak sebagai salah satu kekuatan utama di balik penarikan diri Washington dari JCPOA pada 2018, dan setelah itu AS mengembalikan sanksi kejamnya terhadap Teheran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *