Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Washington Post: AS Terbangkan Dua Pesawat Pengebom di Dekat Venezuela

POROS PERLAWANAN – Surat kabar The Washington Post melaporkan bahwa Amerika Serikat menerbangkan dua pesawat pengebom strategis B-1 milik Angkatan Udara di dekat wilayah Venezuela pada Kamis 23 Oktober, mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.

Menurut laporan tersebut, kedua pesawat lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas dan terbang di sekitar perbatasan udara Venezuela, namun tetap berada di wilayah udara internasional.

Amerika Serikat diketahui jarang mengoperasikan pesawat pengebom di kawasan Amerika Selatan dalam beberapa dekade terakhir, dan biasanya hanya satu misi pelatihan terjadwal setiap tahun. Namun, dua pejabat pertahanan AS yang berbicara secara anonim menyebutkan bahwa misi tambahan dengan melibatkan pesawat pengebom di wilayah tersebut kemungkinan besar akan segera dilakukan.

Washington Post juga mengutip pernyataan pensiunan jenderal Angkatan Udara sekaligus Presiden Mitchell Institute for Aerospace Studies, David Deptula, yang mengatakan bahwa penerbangan hari Kamis mencerminkan keseriusan dan niat strategis AS.

“Dengan pesawat B-1, Anda mengerahkan kemampuan yang sangat besar, mulai dari daya jelajah dan muatan hingga ketepatan dalam menghantam target,” ujar Deptula.

Laporan itu menambahkan bahwa pesawat pengebom tersebut dapat digunakan untuk menyerang pusat distribusi atau produksi narkotika di Amerika Selatan, menurut sejumlah pejabat Angkatan Udara AS, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.

Presiden AS, Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan adanya intervensi militer terhadap Venezuela.

Menyinggung serangan laut AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di sekitar pantai Venezuela, Trump berkata: “Kami kini tengah mempertimbangkan opsi operasi darat secara serius.”

Dalam beberapa pekan terakhir, serangkaian operasi militer AS telah menenggelamkan kapal-kapal yang menurut Gedung Putih digunakan untuk menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Saat ditanya apakah target berikutnya mungkin mencakup wilayah daratan, Trump menjawab, “Saya tidak ingin mengatakan secara pasti.”

Namun, ia menegaskan bahwa opsi serangan darat tetap terbuka, dengan alasan bahwa AS “telah memiliki kendali yang baik atas wilayah laut”.

Trump juga mengonfirmasi bahwa ia telah mengizinkan Badan Intelijen Pusat (CIA) untuk beroperasi di Venezuela.

Ketika ditanya apakah CIA memiliki mandat untuk menyingkirkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, Trump membantahnya dan menyebut pertanyaan tersebut “tidak masuk akal”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *