Mantan ‘Penguasa Lautan’ Minta Izin Yaman Lintasi Laut Merah
POROS PERLAWANAN – Inggris sebelum ini melancarkan banyak serangan udara banyak ke Yaman bersama dengan AS. Namun pada hari Minggu 1 Juni kemarin, negara yang pernah menguasai lautan ini terpaksa meminta izin dari Sanaa untuk melintasi perairan regional Yaman.
Dilansir Fars, pakar militer dan strategi Yaman, Mayjen Muhammad Ali Shamadi menyatakan bahwa Inggris telah minta izin dari Yaman agar bisa melewati Laut Merah dengan aman.
“Hal ini merupakan kemenangan besar bagi Yaman. Rudal-rudal multihulu ledak Yaman bisa membuat kerusakan yang lebih dahsyat,” kata Shamadi kepada al-Masirah.
Rudal-rudal multihulu ledak adalah tipe rudal yang memiliki beberapa hulu ledak terpisah. Tiap hulu ledak bisa mengenai sebuah target terpisah di lokasi yang diincar. Fitur ini meningkatkan kekuatan rudal dan kemampuannya dalam menghantam beberapa target sekaligus secara berbarengan.
Biasanya rudal multihulu ledak digunakan pada rudal balistik antarbenua dan rudal balistik jarak menengah. Kebanyakan rudal-rudal balistik antarbenua saat ini memiliki kemampuan untuk menargetkan beberapa sasaran. Rudal-rudal ini dipersenjatai dengan sejumlah hulu ledak yang masing-masing mampu mengenai target-target berbeda.
Sehubungan dengan rudal-rudal tipe ini, Shamai berkata bahwa rudal-rudal multihulu ledak akan menyebabkan kesulitan lebih besar bagi sistem pertahanan Israel, yang akan memaksanya mengeluarkan biaya lebih besar.
Dia meyakini, operasi pencegatan rudal-rudal Yaman oleh Israel menghabiskan biaya yang sangat besar, yang akan menggerogoti Rezim Zionis dan memperluas blokade udara atas bandara-bandara Israel.
Pada hari Minggu kemarin, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan serangan rudal ke bandara Ben Gurion di Tel Aviv, termasuk serangan drone ke sejumlah sasaran vital di Tanah Pendudukan.
Jubir Militer Yaman, Yahya Saree mengabarkan, serangan rudal balistik hipersonik ke bandara Ben Gurion itu sukses mengenai targetnya. Serangan itu juga menyebabkan jutaan orang Zionis lari ke tempat perlindungan dan menghentikan penerbangan di bandara tersebut.
Menurut Saree, serangan dengan 3 drone menghantam target-target vital di kawasan Jaffa, Ashdod, dan Eilat.
