Jaringan ‘Iran Internasional’ Bikinan Musuh Berhasil Diretas: Ketika Tukang Fitnah Kehilangan Mikrofon Zionis
POROS PERLAWANAN – Ada kalanya kemenangan datang dengan peluru, tetapi, kali ini, kemenangan datang dalam bentuk kode, data, dan pembongkaran server. Sialnya, bagi musuh-musuh umat, yang terbongkar bukan cuma sistem, melainkan kebusukan total satu jaringan propaganda yang telah lama beroperasi dengan kemasan “jurnalisme bebas”.
Ya, kita bicara tentang Jaringan “Iran Internasional”, saluran propaganda bergincu demokrasi, tetapi bergigi Zionis. Menurut BBC pada 8 Juli, Iran International mengonfirmasi akun Telegram TV mereka telah diretas.
Kini wajah palsu mereka telah disobek habis-habisan oleh tangan-tangan digital kelompok peretas Hanzala, yang berhasil menembus semua lini keamanan media ini, mengekstrak data internal, dan mengungkap kebusukan sistemik yang selama ini dikemas sebagai “independen”.
Hancurnya Benteng Dusta
Dalam pernyataan resminya, kelompok Hanzala mengumumkan bahwa seluruh infrastruktur server, korespondensi, keuangan, hingga komunikasi internal jaringan Iran Internasional kini sepenuhnya berada dalam kendali mereka. Lebih dari 71.000 kolaborator pro-Zionis telah teridentifikasi, dari pengirim konten, pengelola narasi, hingga “jurnalis” sewaan yang tugasnya bukan menyampaikan fakta, tapi menyulam kebohongan menjadi opini publik.
Apa yang lucu? Jaringan ini awalnya membantah, lalu mengaku juga, lalu mencoba menenangkan massa dengan jargon kosong soal “peningkatan keamanan”. Padahal yang mereka tingkatkan hanya volume kebohongan publik, yang kini bahkan ditertawakan oleh rekan mereka sendiri di blok kontra-Revolusi.
Jaringan Iran Internasional: Media atau Markas Intelijen Berbahasa Persia?
Tak perlu terlalu banyak analisis. Rekam jejak Iran Internasional bisa dibaca dari siapa yang membiayai mereka, siapa yang mereka bela, dan siapa yang jadi target framing mereka.
Saat Quds dibombardir, jaringan ini menyalahkan Palestina. Saat Iran diserang, mereka bertanya, “Kenapa Iran tidak diam saja?” Saat Ahvaz dilanda terorisme, mereka malah memberi panggung bagi pelakunya dalam wawancara live yang bahkan membuat Ofcom (lembaga regulator media Inggris) gelagapan mencari alasan pembenaran.
Kini, ketika data mereka jatuh ke tangan pejuang siber, mereka bersikap bak korban, “Kami diserang! Ini bukan demokrasi, ini ancaman!”
Maaf, wahai majikan mikrofon Zionis, “demokrasi” kalian rupanya hanya berlaku untuk pendusta, bukan bagi pejuang kebenaran.
Bahkan Lawan Politik Tak Percaya Lagi
Pukulan paling menyakitkan untuk Iran Internasional bukan datang dari Poros Perlawanan, tapi dari eks jurnalis mereka sendiri, para pembelot kontra-Revolusioner yang menyebut jaringan ini sebagai “megafon perang Amerika-Israel,” “platform ekstrem kanan,” dan “alat kekacauan geopolitik”.
Lebih dari 450 aktivis media dan politik menandatangani pernyataan boikot terhadap saluran ini, menuduhnya menyebarkan kebohongan sistemik, merendahkan korban perang, dan mengipasi keputusasaan nasional di tengah agresi Israel dan Amerika atas Iran.
Bahkan mantan Pemimpin Redaksi mereka, Mohammad Manzarpour secara terbuka menyatakan bahwa Iran Internasional bukan lagi media, tapi alat kekerasan epistemik. Bahasa halus untuk menyebut mereka adalah corong resmi penjajahan, dengan subtitle bahasa Persia.
Ini Baru Permulaan
Peretasan ini bukan sekadar kemenangan digital. Ini adalah pembalikan cermin membuka borok satu proyek propaganda yang bertahun-tahun menutupi darah dengan kata, menutupi penjajahan dengan opini.
Persis seperti kata Al-Quran: “Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, namun Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaff:8)
Jaringan “Iran Internasional” telah retak dari dalam. Selamat datang di era baru, di mana fitnah tak bisa lagi bersembunyi di balik studio, dan kebenaran tak lagi hanya bersuara dari parit, tapi juga dari server.
Satu pesan penting kepada para wartawan sewaan, analis bayaran, dan pendusta profesional: “Jangan lupa log out. Hari-hari kalian tinggal hitungan file!”
