Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Intensitas Pertempuran Iran Masih Sama Seperti 40 Hari Pertama Perang

POROS PERLAWANAN – Sejak gencatan senjata diumumkan, telah terjadi banyak serangan dari pihak musuh, yang berarti pada dasarnya tidak ada gencatan senjata. Sebagai balasan, Teheran telah menyerang pangkalan-pangkalan AS dan Israel dalam setiap agresi mereka, sama seperti yang dilakukannya pada 40 hari pertama perang, dengan mempertahankan tingkat respons setara dengan perang habis-habisan.

Dilansir Fars, pada Selasa malam 9 Juni, AS menyerang wilayah di selatan Iran dengan dalih jatuhnya sebuah helikopter militer. Sebagai balasan, Teheran menargetkan pusat-pusat militer AS di negara-negara Arab di Kawasan, serta Yordania. Korps Garda Revolusi juga melaporkan tingkat keberhasilan 70 persen untuk serangan-serangan ini.

Sebelumnya, sebagai respons terhadap serangan Israel di Beirut, Iran menyerang posisi-posisi vital Zionis di Wilayah yang Diduduki. Terlepas dari apakah serangan itu menghantam sasaran atau tidak, serangan itu sendiri menciptakan perimbangan baru dan menyakitkan bagi Tel Aviv: bahwa jika terjadi serangan di Beirut, mereka akan menghadapi rudal-rudal Iran.

Sebelum ini, beberapa kapal, dengan bantuan Amerika Serikat, nekat mencoba melewati Selat Hormuz tanpa izin dari Angkatan Bersenjata Iran. Sebagai tanggapan atas tindakan ini dan pelanggaran peringatan sebelumnya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran menargetkan salah satu kapal yang melanggar. Setelah itu, Militer teroris AS melancarkan serangan ke selatan Iran. Teheran menanggapi tindakan ini dengan menyerang pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain.

Insiden serupa telah terjadi beberapa hari sebelumnya. Dalam sebuah tindakan agresi, AS telah menyerang sejumlah basis Iran. Sebagai tanggapan, Iran menargetkan sumber serangan di negara-negara Arab. Menurut pengakuan sumber-sumber Amerika sendiri, setidaknya lima personel militer terluka dan dua drone hancur.

Dua minggu lalu, selama beberapa hari berturut-turut, juga terjadi bentrokan sengit di selatan Iran dan Teluk Persia. Dalam bentrokan tersebut, pasukan Amerika dan beberapa kapal tanker minyak meyakini bahwa mereka dapat mematahkan kendali Iran atas selat tersebut. Namun, Teheran menghadapi mereka, bahkan dengan risiko melanggar gencatan senjata.

Bahkan ketika, menurut pihak Amerika, pertukaran pesan dan negosiasi berada pada tahap paling kritis, Teheran tidak menghentikan serangannya sebagai respons terhadap tindakan agresif musuh. Hal ini terjadi berbarengan dengan kunjungan para pejabat Iran ke Qatar untuk membahas proses negosiasi.

Sebelum bentrokan-bentrokan tersebut, AS, dalam sebuah proyek bertajuk “Operasi Kebebasan”, mengumumkan niatnya untuk membuka Selat Hormuz dengan kehadiran kapal perang mereka. Namun, Washington hanya mampu melakukan satu operasi, karena Angkatan Bersenjata Iran menyerang kapal perang AS, yang mengakibatkan mereka mundur teratur.

Semua peristiwa ini terjadi selama gencatan senjata. Dengan kata lain, selama periode ini, Iran telah mengambil tindakan yang sama seperti yang dilakukannya pada 40 hari pertama perang, yaitu: konfrontasi langsung dalam tingkat tinggi dengan Militer teroris AS.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran menargetkan pangkalan-pangkalan AS dan merusak pasukan serta asetnya; tindakan serupa juga dilakukan pada 40 hari pertama.

Iran menargetkan negara-negara Arab sebagai tuan rumah pangkalan AS. Perang pun berlanjut di tingkat regional; tindakan serupa juga dilakukan pada 40 hari pertama.

Sejak hari pertama perang, Teheran mengumumkan bahwa setiap pelayaran melalui Selat Hormuz hanya akan diizinkan sesuai dengan aturan dan otorisasi Angkatan Bersenjata Iran. Perintah ini tetap berlaku hingga hari ini. Iran menargetkan setiap kapal yang melanggar.

Selama 40 hari perang, Iran mengerahkan rudal, drone, angkatan laut, dan pertahanan udaranya untuk menyerang kepentingan Amerika. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran juga telah menggunakan semua instrumen tersebut untuk menyerang Amerika Serikat.

Berdasarkan poin-poin penting dan jelas ini, yang telah dikonfirmasi oleh CENTCOM dan negara-negara Arab dalam pernyataan mereka, meskipun perang “skala penuh” belum dimulai, konsep “perang sub-ambang batas” sama sekali tidak membatasi serangan Iran. Konfrontasi langsung dengan Militer AS yang terjadi pada Selasa malam, sama seperti pada malam-malam awal perang.

Setelah setiap bentrokan, Korps Garda Revolusi menekankan dalam pernyataannya bahwa jika agresi tersebut terulang, respons Iran akan lebih menghancurkan. Ini bukan sekadar slogan. Sebaliknya, dengan setiap gelombang bentrokan, Iran menimbulkan tingkat kerusakan yang lebih besar pada pasukan Amerika. Jika tindakan semacam itu tidak dilakukan di lapangan, ancaman verbal Iran tidak akan mampu memaksa Zionis mundur.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *