Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Baghaei: Penghancuran Waduk Air Minum Sirik ‘Puncak Kebangkrutan Moral Sistem Pemerintahan AS’

POROS PERLAWANAN – Pada hari Kamis 11 Juni, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei di laman X-nya merespons agresi Militer AS dengan mengunggah gambar dari harian New York Times, yang menyebut serangan AS pada Selasa lalu ke waduk air minum Sirik (Hormuzgan) sebagai “tindakan yang disengaja dan kejahatan perang.”

“Filsuf Prancis, Simone Weil, mendeskripsikan perang sebagai berikut: ‘Perang bukanlah sekadar peristiwa kebijakan luar negeri, melainkan ekspresi dari politik dalam negeri.’ Dari perspektif ini, serangan AS terhadap waduk air minum yang melayani masyarakat Sirik (Hormozgan) adalah salah satu momen di mana subtansi sejati kekuasaan terungkap,” cuit Baghaei, diberitakan Fars.

“Sebuah kekuatan yang selama puluhan tahun mendefinisikan dirinya dengan konsep-konsep menipu seperti hak asasi manusia, tatanan internasional, dan tanggung jawab moral, ketika menghancurkan waduk air minum rakyat, bukan hanya menembak fasilitas sipil, tetapi juga fondasi narasi palsunya sendiri.”

“Berbagai imperium tidak runtuh ketika musuh-musuhnya menjadi kuat. Imperium mulai runtuh ketika mereka tidak lagi mampu menjembatani kesenjangan antara apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan.”

“Masa kemunduran kekuasaan bukanlah saat tembok bentengnya runtuh, melainkan saat runtuhnya kredibilitas kata-kata yang selama bertahun-tahun menjadi tameng bagi mereka. Yang tersisa setelah kebangkrutan moral ini tak lain adalah apa yang dikatakan T. S. Eliot:

Sebuah wujud tanpa tubuh
Sebuah bayangan tanpa warna,
Sebuah kekuatan yang tak berguna
Sebuah polah tanpa gerak!”

Pada Rabu malam, Baghaei menyatakan, serangan AS terhadap waduk-waduk air di selatan Iran, dengan dalih jatuhnya helikopter AS yang mencurigakan, merupakan serangan terhadap sumber kehidupan rakyat Iran. Ia menambahkan, para penguasa AS harus dimintai pertanggungjawaban dan dihukum atas kejahatan keji yang mereka lakukan terhadap infrastruktur vital Iran.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *