Mengerikan, Tahanan Wanita Palestina Disiksa dan Dilecehkan di Penjara Damon
POROS PERLAWANAN – Kantor Media Tahanan Palestina pada hari Kamis 18 Juni mengungkapkan salah satu operasi persekusi paling kejam di penjara-penjara Israel. Operasi ini terjadi pada tanggal 13 Mei silam di Penjara Damon. Para tahanan wanita dilaporkan mengalami penyiksaan fisik dan mental yang parah.
Fars melaporkan, Biro Penjara Damon Israel pada 13 Mei telah melaksanakan salah satu operasi persekusi terberat terhadap tahanan wanita, yang disertai dengan pelanggaran fisik, psikologis, dan tindakan yang merendahkan martabat.
“Unit-unit Persekusi memaksa para tahanan wanita untuk berbaring di tanah selama berjam-jam dalam keadaan terborgol. Setelah itu, mereka dipukuli, diseret, dan diinjak-injak,” demikian disebutkan dalam laporan Kantor Media Tahanan Palestina.
“Para tahanan wanita digeledah secara memalukan di depan penjaga pria. Mereka diborgol dengan kasar, yang menyebabkan cedera dan komplikasi jangka panjang.”
“Para wanita tersebut dipaksa untuk tetap berada dalam posisi yang menyakitkan selama berjam-jam dalam keadaan terborgol dan mata tertutup, Mereka juga dijadikan sasaran kata-kata kasar dan umpatan seksual.”
Atas dasar ini, Kantor tersebut mendesak lembaga-lembaga hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan pelanggaran terhadap para tahanan wanita, menghukum mereka yang bertanggung jawab, dan memberikan perlindungan bagi para tahanan wanita tersebut.
Menurut al-Mayadeen, semua indikasi menunjukkan bahwa para tahanan wanita terus-menerus menjadi sasaran penyiksaan dan penghinaan serta ditahan dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Para tahanan ini, sejak saat penangkapan, menjadi sasaran pemukulan, penghinaan, dan caci maki. Tindakan keras terhadap mereka semakin meningkat setelah memasuki pusat interogasi. Di tempat itu, semua metode tekanan diterapkan, baik psikologis maupun fisik, seperti pemukulan, kurang tidur, ditahan dalam kondisi syok selama berjam-jam, serta intimidasi dan teror.
