JD Vance Akan Segera ke Swiss untuk Berunding dengan Iran
POROS PERLAWANAN — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan dirinya kemungkinan akan bertolak ke Swiss dalam beberapa hari mendatang untuk melakukan perundingan dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Fox News sebagaimana dilaporkan Farsnews Agency pada Sabtu (20/6/2026).
“Saya kemungkinan akan berangkat ke Swiss dalam beberapa hari mendatang untuk bernegosiasi dengan Iran. Namun, seperti yang Anda ketahui, selalu ada persoalan koordinasi dan protokol diplomatik,” kata Vance.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya lanjutan kedua negara untuk menindaklanjuti kesepahaman yang dicapai setelah berakhirnya konflik terbaru di kawasan.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner telah melakukan perjalanan ke Swiss.
Pada hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengumumkan bahwa delegasi Iran juga akan menuju Swiss untuk menindaklanjuti pelaksanaan komitmen yang telah disepakati pihak lawan.
Sebelum bertolak dari Bandara Mehrabad, Teheran, Baqaei menjelaskan bahwa kunjungan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat untuk penandatanganan nota kesepahaman.
“Perjalanan ini semula direncanakan pada Jumat untuk penandatanganan nota kesepahaman. Namun dokumen tersebut akhirnya ditandatangani secara digital sehingga urgensi penyelenggaraan pertemuan itu tidak lagi seperti sebelumnya,” ujarnya.
Perkembangan diplomatik tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Sementara itu, pada hari yang sama, Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal. Dalam pernyataannya, markas tersebut menyebut keputusan itu diambil sebagai respons atas tidak dijalankannya butir pertama kesepahaman akhir perang oleh Amerika Serikat serta berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon selatan.
Sebuah sumber militer di Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran mengatakan kepada Fars bahwa Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya.
Penutupan Selat Hormuz terjadi ketika Washington dan Teheran bersiap melanjutkan jalur diplomatik melalui perundingan yang direncanakan berlangsung di Swiss dalam waktu dekat.
