Loading

Ketik untuk mencari

Afrika

Israel Kerahkan Pasukan ke Somaliland Usai Akui Wilayah Separatis Itu

POROS PERLAWANAN — Hubungan Israel dan Somaliland dilaporkan memasuki fase baru setelah muncul klaim bahwa Tel Aviv mengerahkan personel Militernya ke wilayah separatis di Tanduk Afrika tersebut. Langkah itu terjadi hanya beberapa bulan setelah Israel menjadi pihak pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka pada Desember 2025.

Menurut laporan Middle East Eye yang dikutip Press TV pada Rabu 24 Juni, seorang pejabat senior Pemerintah Somalia menyatakan bahwa Israel mengirim sekitar 50 personel Militer ke Somaliland pada awal tahun ini, tidak lama setelah pengakuan resmi terhadap wilayah tersebut pada Desember 2025.

Pejabat itu mengeklaim pasukan yang dikirim dipilih secara khusus agar tidak menarik perhatian publik.

“Berdasarkan laporan intelijen yang kami terima, Militer Israel memilih personel keturunan Afrika, terutama yang memiliki latar belakang Ethiopia, agar lebih mudah berbaur dengan masyarakat setempat dan tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.

Jika terbukti benar, pengerahan tersebut akan menjadi salah satu langkah militer langsung pertama Israel di Somaliland sejak wilayah itu diakui sebagai “negara berdaulat dan merdeka” oleh Tel Aviv.

Indikasi kerja sama keamanan yang semakin erat sebenarnya telah muncul dalam beberapa bulan terakhir. Pada 17 Juni lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengakui secara terbuka bahwa Tel Aviv dan Somaliland telah menjalin kerja sama keamanan rahasia selama bertahun-tahun.

Pernyataan itu disampaikan saat pertemuannya di Tel Aviv dengan Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi. Dalam kesempatan tersebut, pejabat Israel juga mengonfirmasi keterlibatan langsung Tel Aviv dalam pelatihan militer dan kepolisian Somaliland.

“Selama bertahun-tahun kami bekerja sama di bawah radar dalam berbagai operasi yang tetap dirahasiakan. Kini kami bertekad membawa kerja sama keamanan ini ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Katz.

Pengakuan tersebut memperkuat sejumlah laporan sebelumnya mengenai meningkatnya hubungan militer kedua pihak. Surat kabar Israel, Maariv pada Mei lalu melaporkan bahwa sekitar 50 anggota pasukan khusus Somaliland telah menyelesaikan program pelatihan militer intensif di Tel Aviv.

Sementara itu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa seorang pejabat senior Somaliland menyatakan kesiapan wilayah tersebut untuk bekerja sama dengan Israel dalam menghadapi ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Bab al-Mandab.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Merah dan Teluk Aden, terutama setelah Yaman memperingatkan kemungkinan gangguan terhadap lalu lintas maritim sebagai respons atas agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut laporan tersebut, Somaliland juga membuka peluang pembentukan aliansi keamanan yang lebih luas dengan Israel. Wilayah itu sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab yang memiliki kehadiran strategis di Pelabuhan Berbera.

Laporan CNN pada awal Juni bahkan menyebut Somaliland telah menyediakan fasilitas tambahan yang dapat dimanfaatkan Israel di kawasan Tanduk Afrika. Posisi tersebut dinilai berpotensi mendukung operasi penerbangan jarak jauh menuju Iran.

Sejumlah laporan lain juga menyebut Israel sedang mengkaji kemungkinan penggunaan Pelabuhan Berbera sebagai titik dukungan logistik bagi kapal selam kelas Dolphin yang beroperasi di Laut Merah dan Teluk Aden.

Somaliland mendeklarasikan pemisahan diri dari Somalia pada 1991, namun hingga kini tidak diakui secara luas oleh komunitas internasional. Pengakuan Israel pada Desember 2025 memicu kritik dari berbagai negara.

Pada Mei lalu, Mesir, Arab Saudi, Turki, dan sejumlah negara lainnya mengecam rencana Somaliland membuka kantor diplomatik di Al-Quds yang Diduduki. Mereka menilai langkah tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi memperburuk ketegangan di Kawasan.

Bagi banyak pengamat, perkembangan ini menunjukkan bahwa pengakuan Israel terhadap Somaliland tidak berhenti pada level diplomatik. Kehadiran Militer, pelatihan keamanan, serta potensi penggunaan Pelabuhan Berbera memperlihatkan nilai strategis wilayah tersebut dalam persaingan yang semakin meluas di Laut Merah, Teluk Aden, dan jalur pelayaran Bab al-Mandab yang menjadi salah satu koridor perdagangan paling penting di dunia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *