Al-Houthi: Kami Takkan Toleransi Kehadiran Israel di Somaliland
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik al-Houthi mengajak negara-negara yang berbatasan dengan Laut Merah untuk mengambil sikap bersama terkait aktivitas Rezim Zionis di kawasan tersebut. Ia menegaskan, Yaman tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk kehadiran dan penempatan kekuatan Zionis di Somaliland.
Diberitakan Fars, dalam pidatonya pada peringatan Asyura, Kamis 25 Juni, al-Houthi menyatakan bahwa Umat Islam mengambil tekad dan kekuatan dari iman, cahaya Alquran, dan perjuangan Imam Husain a.s. dalam menghadapi pemimpin kekufuran—yaitu Amerika dan Israel—tanpa memedulikan besarnya pengorbanan atau biaya yang harus ditanggung.
“Tujuan jahat Amerika dan Israel, serta tindakan mereka terhadap rakyat Palestina dan bangsa-bangsa Muslim, menunjukkan bahwa mereka adalah sumber kejahatan mutlak bagi seluruh masyarakat manusia,” tegas al-Houthi.
“Tidak ada jalan keluar dari kelompok setan ini selain dengan melawan kezaliman mereka. Umat bertanggung jawab untuk berjihad serta melakukan amar makruf nahi munkar.”
“Kami mengucapkan selamat atas kemenangan Republik Islam Iran melawan musuh-musuh Umat Islam. Kemenangan ini adalah pencapaian penting bagi Poros Perlawanan di salah satu tahap krusial pertempuran.”
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai potensi eskalasi baru. Kami tidak akan ragu dalam menjalankan tugas di medan pertempuran mana pun, khususnya di Gaza.”
“Kami memantau dengan cermat perkembangan situasi di Somaliland serta langkah-langkah yang diambil Israel untuk menguasai Teluk Aden, Bab el-Mandeb, dan Laut Merah. Kami menyeru negara-negara di sekitar Laut Merah untuk mengambil sikap bersama terkait aktivitas musuh tersebut. Yaman tidak akan tinggal diam terhadap upaya penempatan pasukan Pendudukan Zionis di Somalia.”
“Kami siap menargetkan aktivitas Israel di Somaliland kapan saja. Kami juga mendesak dukungan bagi Somalia di hadapan serangan Israel, yang merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Somalia dan ancaman bagi Kawasan.”
“Kami tidak akan menerima kelanjutan agresi, pendudukan, dan blokade Amerika-Saudi. Kami akan terus bergerak dengan segala cara yang sah agar rakyat Yaman dapat menikmati kebebasan, kemerdekaan, dan kehidupan yang bermartabat.”
Sebagai catatan, baru-baru ini wilayah separatis Somaliland telah membuka kedutaan besarnya di Quds dan menjalin hubungan erat dengan Rezim Zionis.
