Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Bertengkar Sengit dengan Senator Republik Soal Perang Lawan Iran

POROS PERLAWANAN – Dalam pertemuan tertutup antara Donald Trump dan para anggota Partai Republik di Kongres, Senator Bill Cassidy mengkritik kurangnya transparansi Pemerintah mengenai perang Iran dan kegagalan dalam mencapai tujuan yang dinyatakan dalam perang tersebut. Kritik Cassidy memicu perdebatan sengit yang diwarnai saling teriak antara dia dan Presiden AS.

Menurut laporan Fars, Presiden AS pada Rabu 24 Juni menghadapi kritik pedas mengenai perang Iran. Peristiwa ini terjadi sesaat sebelum Pemerintahannya meminta puluhan miliar Dolar anggaran dari Kongres untuk membiayai biaya perang ini.

Beberapa anggota Partai Republik yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Trump terlibat dalam pertengkaran verbal yang disertai teriakan dengan Cassidy.

Menurut laporan Reuters, Cassidy mengatakan, “Pemerintah harus memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perjanjian (Memorandum Kesepahaman Islamabad) yang ditandatangani Trump dengan Iran, yang di dalamnya terdapat insentif keuangan yang diberikan kepada negara tersebut, namun tidak mencapai tujuan yang ia sampaikan di awal perang.”

“Rakyat Amerika harus mendapat informasi lebih daripada apa yang diberi tahukan kepada mereka saat ini. Tampaknya segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan apa yang disampaikan kepada kita.”

Setelah pertengkaran tersebut, para pimpinan Partai Republik di Senat melakukan pemungutan suara untuk mencegah pengesahan resolusi yang menyerukan diakhirinya konflik dengan Iran; sebuah tindakan yang menurut analisis Reuters tampaknya dilakukan untuk memuaskan Trump.

Senat, dengan 50 suara setuju berbanding 47 suara menolak, memberikan suara untuk memblokir resolusi kewenangan perang (resolusi yang akan membatasi wewenang Trump untuk melanjutkan perang dengan Iran).

Menyusul pertengkaran sengit antara Bill Cassidy dan Donald Trump, Gedung Putih pada Rabu sore mengadakan pengarahan mendesak dengan kehadiran JD Vance dan Steve Witkoff untuk senator Partai Republik tersebut.

Cassidy, yang sebelumnya mendukung upaya untuk membatasi wewenang Presiden AS dalam perang dengan Iran, beberapa jam kemudian memberikan suara menolak terhadap resolusi yang dapat membatasi wewenang Trump untuk melanjutkan perang ini.
Setelah pemungutan suara pada Rabu malam, Trump menyambut baik hasil pemungutan suara tersebut dan menulis di media sosial, “Suara ini adalah peringatan bagi Iran.”

Namun, menurut analisis Reuters, pertengkaran keras saat makan siang antara Trump dan salah satu anggota partainya sendiri menunjukkan betapa perang Iran telah menjadi masalah yang merepotkan baginya menjelang pemilihan bulan November, yang akan menentukan nasib kendali Kongres dalam dua tahun terakhir masa jabatan kepresidenan Trump.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos, di saat popularitas Trump berada di titik terendah sejak dia kembali ke Gedung Putih, hanya satu dari empat orang Amerika yang percaya bahwa perang ini sepadan dengan biayanya.

Pertengkaran ini terjadi sehari setelah Senat dalam pemungutan suara terpisah memberikan suara pada resolusi yang telah disahkan bulan ini di Dewan Perwakilan Rakyat; resolusi yang meminta Trump untuk mengakhiri perang dan penempatan militer Amerika untuk berperang. Cassidy adalah salah satu dari empat anggota Partai Republik yang, bersama dengan Demokrat, mendukung resolusi tersebut.

Trump dalam pernyataannya tadi malam tidak menyinggung mengenai pertengkaran verbal dengan Cassidy. Namun, ia kemudian mengkritik Senat dan mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, “Iran melihat ini dan berkata ‘Apa ini lagi?’ Anda tahu itu tidak masuk akal, bukan?”

Beberapa jam kemudian, Pemerintah AS meminta Kongres untuk memberikan anggaran sebesar 70 miliar dolar untuk menutupi biaya perang; angka yang ditambahkan ke anggaran militer AS sebesar 867 miliar Dolar.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *