Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pihak-pihak Zionis Cemas Hamas Rekonstruksi Kekuatan Militernya

POROS PERLAWANAN – Kanal berbahasa Ibrani, KAN, melaporkan bahwa Militer Israel merasa khawatir dengan proses pembangunan kembali kekuatan militer Hamas di Jalur Gaza serta kelangsungan kendali mereka atas wilayah tersebut. Pihak militer menuntut untuk kembali berperang.

Dikutip Fars dari KAN, para pejabat senior intelijen Rezim Zionis dan Komando Front Selatan telah memberikan peringatan pekan lalu kepada Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi mengenai front Jalur Gaza.

“Sayap militer Hamas sedang mengatur ulang barisan mereka untuk persiapan perang kembali. Hamas setiap bulan memproduksi ratusan bom pinggir jalan dan rudal antibaja. Mereka juga merekrut pasukan tempur di rentang usia 18 hingga 22 tahun,” demikian isi peringatan tersebut.

Menurut laporan ini, Hamas baru-baru ini memulai pelatihan untuk anggota unit elitenya. Hamas disebut berusaha menyelundupkan drone serta peralatan komunikasi dari Gurun Sinai. Mereka juga sedang membangun kembali infrastruktur bawah tanah mereka di berbagai tempat di Jalur Gaza.

“Militer Israel telah mengatakan kepada pihak Amerika mengenai perlunya kembali berperang. Namun pihak Amerika menentang masalah ini dan menginginkan pemeliharaan status quo berdasarkan perjanjian-perjanjian yang ada, sementara mereka berusaha agar visi Trump dan ‘Dewan Perdamaian’ terus berlanjut,” lapor KAN.

Menurut laporan ini, para komandan senior Militer Zionis mengatakan kepada Halevi: Hamas kuat di lapangan, tidak ada yang menciptakan ancaman bagi mereka, dan organisasi ini tidak bersedia melepaskan kendalinya atas Gaza.

Pada hari Minggu 28 Juni, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa jumlah syuhada yang tercatat sejak dimulainya penerapan gencatan senjata pada 11 Oktober lalu telah mencapai 1.041 orang. Selain itu, tercatat 3.372 orang terluka dan 786 kasus evakuasi jenazah syuhada dari bawah reruntuhan. Kementerian ini menambahkan bahwa total syuhada akibat serangan brutal Israel ke wilayah ini sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini telah mencapai 73.054 syahid dan 173.480 orang terluka.

Berdasarkan laporan beberapa media Ibrani, koalisi penguasa yang dipimpin oleh Netanyahu, yang dalam jajak pendapat terbaru di Wilayah Pendudukan tidak dalam kondisi ideal, kemungkinan akan melakukan perang kembali terhadap Jalur Gaza sebelum pemilihan Knesset dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini kemungkinan akan berpengaruh pada jumlah kursi mereka.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *