Arab Saudi Gagal Halangi Pesawat Sipil Iran Mendarat di Sanaa
POROS PERLAWANANAN – Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree dalam statemennya pada Jumat malam 2 Juli mengumumkan, jet-jet tempur Saudi berusaha menghalangi pendaratan pesawat sipil Iran di bandara Sanaa pada Jumat pagi, namun mereka tidak berhasil.
Diberitakan Fars, Saree menyatakan bahwa sejumlah jet tempur Saudi melanggar wilayah udara Yaman pada pukul 05:20 pagi waktu setempat. Mereka berusaha mencegah pendaratan pesawat sipil Iran di Bandara Internasional Sanaa.
Dalam pernyataan itu disebutkan, pesawat sipil Iran itu membawa lebih dari 200 warga, termasuk korban luka dan pasien.
Saree menegaskan, upaya Arab Saudi untuk mencegah pendaratan pesawat sipil ini gagal karena dihadapi oleh Angkatan Bersenjata Yaman. Pesawat sipil Iran itu pun berhasil mendarat.
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Yaman menembakkan beberapa rudal pertahanan udara dan menargetkan jet tempur Saudi, hingga memaksa mereka meninggalkan wilayah udara Yaman.
“Kami memperingatkan Saudi bahwa pengulangan upaya apa pun untuk melanggar wilayah udara atau agresi apa pun terhadap negara kami akan dibalas dengan respons komprehensif yang menargetkan bandara dan kepentingan vital mereka di darat maupun di laut,” tandas Saree.
“Kami tidak akan pernah menerima blokade kejam Saudi-Amerika terhadap negara kami terus berlanjut selamanya. Untuk mengakhirinya, kami akan mengambil semua tindakan yang sah.”
Saree kemudian meminta rakyat Yaman untuk terus melakukan mobilisasi umum dan menjaga kesiapan tempur sebagai tanggapan atas seruan Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi.
“Kami menegaskan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata Yaman dengan seluruh unit dan formasinya untuk melaksanakan keputusan apa pun yang diambil oleh Pemimpin.”
“Tangan kami berada di pelatuk untuk melaksanakan perintah yang dikeluarkan dalam rangka menghancurkan blokade Saudi-Amerika terhadap bangsa tercinta kita dan mengusir penjajah. Sekali lagi, kami menekankan perlunya mengakhiri blokade dan perwalian yang diberlakukan terhadap Bandara Internasional Sanaa.”
“Kami memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas posisi Republik Islam Iran dalam memelopori upaya mematahkan blokade, memindahkan pasien, orang-orang yang telantar, serta delegasi resmi dan masyarakat yang berpartisipasi dalam upacara pemakaman Syahid Sayyid Ali Khamenei.”
Perlu disebutkan bahwa Jumat pagi ini, selain memindahkan korban luka dan pasien Yaman yang dirawat di rumah sakit Iran, pesawat itu juga membawa delegasi Yaman yang bermaksud pergi ke Teheran untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatullah Khamenei ke Iran. Dalam penerbangan ini, puluhan korban luka dan pasien Yaman juga tiba di Iran untuk menjalani perawatan.
“Kami juga menekankan bahwa penerbangan antara bandara Sanaa dan Teheran, dengan izin Allah, akan terus berlanjut untuk mematahkan blokade dan mengurangi penderitaan bangsa Yaman yang tertindas, terlepas dari konsekuensi dan dampaknya,” pungkas Saree.
