Tokoh-Tokoh Poros Perlawanan Temui Menlu Iran, Tegaskan Solidaritas Pascasyahadah Ayatullah Khamenei
POROS PERLAWANAN — Para pemimpin dan perwakilan organisasi yang tergabung dalam Poros Perlawanan menggelar serangkaian pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Teheran, pada Sabtu 4 Juli. Selain menyampaikan belasungkawa atas syahadah Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mereka menegaskan dukungan terhadap Republik Islam Iran serta komitmen untuk terus memperkuat Poros Perlawanan.
Menurut Press TV, rangkaian pertemuan berlangsung di sela-sela prosesi penghormatan bagi Ayatullah Khamenei yang dihadiri jutaan pelayat dari Iran dan berbagai negara.
Perwakilan Gerakan Amal sekaligus utusan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, Khalil Hamdan menyampaikan simpati kepada Pemerintah dan rakyat Iran. Ia juga mengapresiasi sikap konsisten Teheran dalam mendukung kedaulatan Lebanon dan mendesak dihentikannya serangan Israel terhadap negara tersebut.
Araghchi membalas dengan memuji keteguhan rakyat Lebanon menghadapi agresi Israel serta menegaskan komitmen Iran untuk terus mendukung keamanan, stabilitas, dan penghentian perang di Lebanon sesuai butir pertama Nota Kesepahaman Teheran-Washington.
Dalam agenda terpisah, Mohammad Fneish yang mewakili Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim, memuji keteguhan bangsa Iran, kesiapan Angkatan Bersenjata Iran mempertahankan negara, serta keberhasilan diplomasi Teheran di tengah tekanan Amerika Serikat dan Israel.
Solidaritas serupa disampaikan Ketua Biro Politik Hamas, Muhammad Darwish. Ia memuji keteguhan Ayatullah Khamenei dalam membela perjuangan Palestina dan mendukung hak rakyat Palestina untuk melawan pendudukan Israel. Darwish menilai keberhasilan Iran di bidang militer maupun diplomasi merupakan kemenangan bagi seluruh Poros Perlawanan dan umat Islam.
Menanggapi hal itu, Araghchi kembali menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan terus mendukung perjuangan Palestina hingga terwujudnya hak menentukan nasib sendiri dan berdirinya negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai Ibu Kota.
Dukungan terhadap Iran juga disampaikan Sekretaris Jenderal Popular Front for the Liberation of Palestine – General Command, Talal Naji, bersama Wakil Ketua Popular Front for the Liberation of Palestine, Jamil Mezher. Keduanya menyampaikan solidaritas rakyat dan berbagai faksi Palestina kepada Republik Islam Iran.
Dalam kesempatan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin perlawanan tidak akan mampu menghentikan perjuangan.
“Musuh Zionis dan Amerika Serikat membayangkan mereka dapat menghancurkan Perlawanan dengan membunuh para pemimpinnya. Kenyataannya, darah suci para syuhada Perlawanan justru membawa kehinaan dan kekalahan bagi Rezim Zionis dan Amerika Serikat,” kata Araghchi.
Secara terpisah, Araghchi juga menerima Wakil Perdana Menteri Yaman, Jalal al-Ruwaishan. Ia mengapresiasi sikap Pemerintah dan rakyat Yaman yang mengecam agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekaligus menegaskan kesiapan Teheran mengerahkan seluruh jalur diplomasi untuk mendorong pencabutan blokade terhadap Yaman dan mendukung implementasi peta jalan perdamaian negara tersebut.
